Category: car engines

  • Pantes Mesin Masih Overheat Padahal Sudah Kuras Air Radiator, Ini Penyakitnya

    Pantes Mesin Masih Overheat Padahal Sudah Kuras Air Radiator, Ini Penyakitnya

    -Banyak orang masih bingung ketika sudah menguras air radiator, tapi mesin tetap mengalami kelebihan panas.

    Penting untuk diperhatikan bahwa mesin mengalami overheating karena beragam penyebab dan dapat terjadi pada kondisi apapun.

    Walaupun telah menguras dan mengganti air radiator, mobil tetap bisa mengalami overheating.

    Salah satu penyebabnya bisa karena kehilangan bleeding pada air radiator baru.

    “Cilinder pneumatik mudah cantum atau mungkin tertelungkup di keranjang penampung oli sehingga air akan menerobos dan mengeluarkan udara radiator,” ujar Aris, teknisi buang-adele yang sering dengan BMW.

    Tak heran kalau radiator mobil Eropa dilengkapi dengan tutup penurun tekanan pada samping radiator.


    Baca Juga:

    Air atau pendingin radiator dalam sirkulasi tidak memiliki udara buangan.

    Caranya sederhana, cukup buka tutup katup bleeder dan tunggu sampai alasannya hangat berhenti sepenuhnya.

    Di dalam mobil Jepang, terdapat fasilitas untuk memantau air atau pendingin ketika sedang berdenyut.

    “Jika ada gelembung, berarti ada udara yang masih terkunci,” kata Willy dari bengkel mesin OSF, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

    Indikasi air kondensasi palsu sudah ditetapkan semuanya adalah tidak ada gelembung saat refrigeran atau air radiator berkala.

    Angin palsu pada jalur pendinginan mesin rentan membuat mesin overheat.

  • Apakah AC Mobil Mesti Dimatikan sebelum Mesin Dimatikan?

    Apakah AC Mobil Mesti Dimatikan sebelum Mesin Dimatikan?

    Akhirnya, pendingin ruang (AC) merupakan bagian penting dari sebuah mobil dan memerlukan perawatan yang intensif untuk menjaga kinerjanya.

    Banyak pengemudi masih meragukan apakah baik untuk mematikan AC sebelum mematikan mesin mobil.

    Dianggap dapat menguntungkan bagi baterai untuk memperpanjang umurnya atau mencegah kerusakan pada sirkuit listrik, seperti sering digunakan pada mobil.


    Baca juga:

    Apakah ada kebutuhan yang riil akan ini?

    Menurut Gunawan, pemilik PT. Premium 99 di Depok, mematikan AC sebelum mematikan mesin sebenarnya bukan aturan yang wajib, istilah keadaan yang modern.

    Kamis (26/12/2024).

    Apakah Lebih Pentingnya dalam Pemeliharaan AC Mobil?

    Gunawan menjelaskan bahwa yang lebih penting adalah agar sistem pendingin udara tetap dalam kondisi terbaik melalui perawatan rutin.

    “Tentu saja perlu diingatkan beban listrik saat mesin pertama kali dihidupkan. Jika AC masih menyenggol, kompresor akan langsung aktif, sehingga dapat memberikan tambahan beban pada tegangan listrik baterai, khususnya jika sistem baterai telah memiliki kelemahan,” ujarnya.

    Dia juga menambahkan bahwa kebiasaan mematikan AC sebelum mematikan mesin lebih relevan pada mobil yang lebih tua atau pada kendaraan dengan baterai yang sudah mulai menurun performanya.

    Selain itu, Gunawan menyarankan agar pengemudi mematikan AC beberapa waktu sebelum mematikan mesin untuk mencegah kelembapan terkumpul di evaporator.


    Baca juga:

    Langkah ini membantu melindungi sistem pendingin AC dari bau tidak sedap dan pertumbuhan jamur.

    Apa Dapat Dilakukan Saat Fasilitas Pendingin Ruangan Dihentikan Terlebih Dahulu?

    Biasanya mematikan pendingin ruang kabin juga berguna memberikan waktu bagi suhu di dalamnya untuk menyesuaikan, sehingga tidak terlalu dingin ketika mesin dimatikan.

    “Yang paling penting adalah melakukan servis AC secara teratur dan memastikan kondisi baterai tetap baik. Menonaktifkan AC sebelum mesin lebih merupakan preferensi, bukan keharusan teknis,” jelasnya.

    Gunawan juga menyarankan untuk selalu membaca buku petunjuk pengendara, karena beberapa merek kendaraan mungkin memiliki rekomendasi spesifik untuk penggunaan AC.

    Pengemudi tidak perlu khawatir jika sekali-kali melupakan matikan AC sebelum mengetem mesin, sepanjang sistem kelistrikan kendaraan tetap selalu stabil.

  • Kebiasaan Buruk Menambah Oli Mesin pada Mobil

    Kebiasaan Buruk Menambah Oli Mesin pada Mobil

    Konsumen dituntut untuk merawat mobil yang digunakan sehari-hari, agar kinerjanya tetap baik dan tidak menyebabkan kerusakan pada bagian-bagian komponennya.

    Salah satu patokanannya adalah konsumen harus memantau kualitas dan tingkat oli mesin secara teratur untuk menghindari kerusakan pada komponen akibat pelumasan yang kurang optimal.

    Walaupun demikian, tidak dianjurkan menambah oli mesin kecuali dalam kondisi tertentu.


    Baca juga:

    Seseorang bernama Hardi Wibowo, pemilik bengkel mobil Aha Motor Yogyakarta, menyatakan bahwa kapasitas oli mesin ideal seharusnya tidak akan mengurangi secara signifikan bersamaan dengan pemakaiannya.

    Hardi menyatakan bahwa oli mesin yang mengurangi secara tidak hingga harus diperbaiki segera, untuk memastikan mesin selalu mendapatkan pelumasan yang optimal.


    Baca juga:

    “Pada pontensi ini, jumlah oli yang berkurang dapat ditambahkan sementara dan segera menghubungi bengkel untuk perbaikan. Akan tetapi, jangan menambahkan terus-terusan oli mesin, terutama apabila sudah waktunya mengganti oli,” kata Hardi.

    Hardi mengibaratkan, kebiasaan mengisi oli mesin akan membuat konsumen lupa memperhatikan masalah pada sistem pelumasan.

    “Oli mesin yang cepat kehabisan itu bukanlah normal,perlu diperiksa dan dipulihkan segera, karena jangan memperngaruh kotoran menumpuk,” ujar Hardi.


    Baca juga:

    Menurut Hardi, partikel kotor yang terkandung dalam oli mesin harus keluar saat dalam proses perubahan oli secara reguler. Apabila tidak diganti, maka partikel kotor tersebut bisa mengendap dan berasosiasi dengan satu sama lain membentuk endapan.

    ” Hal itu akan mempengaruhi pelumasan mesin tidak optimal, sehingga oli lebih cepat habis. Kotoran dapat menyebabkan ring piston macet, sehingga mesin tidak dapat menyapu oli secara maksimal pada permukaan dinding silinder,” kata Hardi.

    Maka, osng kehilangan oli mesin adalah kebiasaan yang tidak tepat, terutama lagi mengabaikan penggantian oli secara berkala.

  • Cara Memanaskan Mesin Motor Matik yang Benar dan Aman

    Cara Memanaskan Mesin Motor Matik yang Benar dan Aman

    Menghidupkan mesin motor sebelum digunakan telah menjadi kebiasaan umum di kalangan pengendara.

    Namun, jika dilakukan terus-menerus, aktivitas tersebut dapat membawa dampak negatif pada komponen mesin dan kinerja kendaraan secara keseluruhan.

    Biasa orang mengira kebiasaan ini tidak bermasalah, tapi sebenarnya dapat berdampak serius, terutama pada mobil matik yang memiliki transmisi otomatis.

    Bisakah saya Jelaskan Berapa Lama Seharusnya MemanaskanMesin Motor Manual?


    Baca juga:

    Menurut Ali Fuqron, seorang teknisi Suzuki dari Jakarta, memanaskan motor matik selama lebih dari lima menit sebenarnya tidak perlu, khususnya untuk kendaraan modern yang sudah dilengkapi teknologi injeksi.

    Apakah Konsekuensi Berikut jika Mengoperasikan Mesin dalam Durasi Panjang?

    Menggunakan mesin motor melebihi waktu yang diperlukan dapat menyuapkan buangan energi yang tidak perlu, sehingga mengorbankan bahan bakar.


    Baca juga:

    Mesin yang dibiarkan menyala tanpa beban cenderung menghasilkan klorur hidrogen peroksida yang lebih banyak, sehingga lebih berkontribusi pada tingkat polusi udara.

    Ali menambahkan bahwa memanaskan motor selama 1-2 menit sudah mencukupi untuk memastikan pelumas tersebar merata pada seluruh bagian mesin.

    Kapan Waktu yang Tepat untuk Menghidupkan Mesin Mesin Motor?

    “Sampai suhu ekstrem tidak termasuk gunung-gunung yang sangat dingin. Pada saat seperti itu, Anda mungkin perlu memanaskan dalam waktu sedikit lebih lama, sekitar lima menit saja,” katanya.

    Untuk menangani masalah tersebut, disarankan kepada pengendara untuk memanaskan motor matik pada tingkat yang wajar dan memulai mengendarainya dengan laju yang perlahan-lahan di awal perjalanan.

    Hal ini dapat membantu mesin mencapai suhu termal yang optimal tanpa menghabiskan bahan bakar yang tidak perlu dan mengurangi kerusakan komponen internal.

    Dengan memperhatikan waktu yang tepat untuk memanaskan mesin, pengemudi dapat menjaga kinerja kendaraan dan juga berperan dalam mengurangi polusi serta menghemat bahan bakar.