Category: history

  • Film Almarhum Angkat Mitos Jawa tentang Selasa Kliwon

    Film Almarhum Angkat Mitos Jawa tentang Selasa Kliwon

    Akan segera hadir di bioskop.

    Film kolaborasi antara Unlimited Production dengan Light House, A&Z Films, dan DAP ini mengangkat legenda Jawa tentang Selasa Kliwon.

    Di kebudayaan Jawa, Selasa Kliwon dikategorikan sebagai hari berbaik tidak baik, khususnya bagi keluarga yang meninggalkan rumah pada hari tersebut.


    Baca juga:

    Mereka diyakini kesulitan mencapai kemollandian (alam baka), penghuni tak nyata, bahkan dapat mengajak anggota keluarga lainnya untuk ikut menjadi korban.

    tidak hanya film horor yang mengejar ketegangan, tetapi juga sebuah eksplorasi emosional tentang trauma dan dinamika keluarga.


    Baca juga:

    Untuk penonton modern,” kata Adhe misalnya, Sabtu (4/1/2025).

    Pertunjukan yang akan menjadi film horor namun juga menyajikan nilai filosofis tentang kehidupan masyarakat.


    Baca juga:

    Banyak orang makin lupa cara menabung untuk menyeimbangkan neraca jendela duniawi dan persiapan akhirat.

    “Film ini mengajak penonton untuk mempertimbangkan hubungan antara pencapaian dunia dan bekal spiritual,” kata Oswin.


    Baca juga:

    Terjadi tragedi dahsyat bagi keluarga Pak Mulwanto (Rukman Rosadi) karena kematiannya pada Selasa Kliwon, yang menandai awal dari deretan kejadian menakutkan yang menimpa mereka.

    Dimas Aditya (Wisesa), lulusan dokter pertama dari keluarga kecil itu, menolak melanjutkan tradisi ritual adat untuk mencegah musibah.


    Baca juga:

    Ibunya, Rahmi (Nova Eliza), bersama dengan Nuri (Safira Ratu Sofya) dan Yanda (Alzi Markers), adik-adiknya, sekarang mengalami hal gangguan yang berbahaya bagi keselamatan mereka.

    Ketika perbatasan antara mitos dan fakta mulai kabur, mereka harus menemukan kebenaran di balik kutukan “Selasa Kliwon” untuk menyelamatkan keluarga mereka dari bencana yang lebih besar.

    Akan ditayangkan di bioskop mulai tanggal 9 Januari 2025.

  • SEJARAH HARI INI – Man United Rekrut Bek Legendaris Setara Cristiano Ronaldo

    SEJARAH HARI INI – Man United Rekrut Bek Legendaris Setara Cristiano Ronaldo

    Pada masa pelatihannya dengan Sir Alex Ferguson, hanya sekali Manchester United gagal memenangi Liga Inggris lebih dari musim lainnya secara berturut-turut.

    Mereka terjadi pada musim 2003-2004 dan 2004-2005.

    Dalam dua musim tersebut, Setan Merah selalu berada di ranking ketiga klasemen Premier League.

    Pada musim 2005-2006, keadaan semakin buruk bagi The Red Devils.

    Pada bulan Oktober tahun 2005, mereka sempat berada di peringkat ketujuh.

    Terlepas dari kenaikan ke posisi ke-2, pada pergantian tahun itu, Ferguson menyadari perlu ada perubahan dalam skuadnya.

    Fergie tidak puas dengan kinerja Wes Brown dan John O’Shea sebagai pengganti Rio Ferdinand di belakang, dia kemudian beli pemain bek tengah baru di pasar transfer bulan Januari.


    Baca Juga:

    Nemanja Vidic dari Serbia bergabung dengan tim punya hari ini, 5 Januari 2006.

    Serinya dibeli dari Spartak Moscow dengan harga 7,25 juta pound, atau sekitar 146 miliar rupiah.

    Ferguson merencanakan proses pemilihan pemain itu sejak tahun 2003, tapi terkait progresnya yang berliku-liku.

    Lahir pada tanggal 21 Oktober 1981, Mantan sosok itu sudah hampir bergabung dengan klub Liga Italia, Fiorentina.

    Namun, Fiorentina menunggu terlampau lama karena posisi pengisian pemain non-Eropa di dalam skuadnya telah habis tempatnya.

    Akhirnya, Manchester United berhasil merekrut transfer Vidic.

    Pertama kali mengenakan baju The Red Devils pada tanggal 25 Januari 2006, Vidic tidak langsung mendapatkan tempat di tim utama.

    United gagal merebut gelar juara Liga Inggris kembali dan jatuh merupakan runner-up.

    Namun, Vidic membawa klub barunya berhenti menjalani puasa yang berlangsung sejak tahun 1991-1992 untuk menjuarai Piala Liga Inggris.


    Baca Juga:

    Pada musim kemudian, Nemanja Vidic menjadi rekan Ferdinand di tengah garis pertahanan tim.

    Dengan pasangan Vidic-Ferdinand kembali di penggawa Creatif Belakang, Manchester United memperoleh gelar juara Liga Inggris pada musim 2006-2007.

    Sejak saat itu, bek ketinggian 190 cm itu tidak lagi menjadi pemain utama di Manchester United.

    Hingga 2013-2014, Vidic melakukan 300 pertandingan dengan mencetak 21 gol untuk Manchester United.

    Dia menyerahkan 15 trofi untuk United yaitu 5 Liga Perdana, 3 Piala Liga Inggris, 5 Trofi Community Shield, 1 Liga Champions, dan 1 Piala Dunia Club.

    Vidic menandingi catatan Cristiano Ronaldo yang menjadi Pemain Terbaik Premier League dua kali ketika melaju bersama Manchester United.

    Vidic memenangkan penghargaan tersebut pada musim 2008-2009 dan 2010-2011.

    Hingga saat ini, hanya ada 4 pemain yang berhasil merebut gelar tersebut sebanyak dua kali.

    Selain Vidic dan Ronaldo, juga ada Thierry Henry dan Kevin De Bruyne di antara pemain terhebat di ukuran saya.

  • Meletusnya Pemberontakan Trunojoyo dan Pembuktian Pangeran Puger

    Meletusnya Pemberontakan Trunojoyo dan Pembuktian Pangeran Puger


    Pemberontakan Trunojoyo, yang sebenarnya menciptakan kehancuran, menghancurkan Keraton Plered sebagai ibukota Mataram Islam. Pangeran Puger, yang nanti dikenal sebagai Pakubuwono I, berjuang dengan gigih melawan serangan ini.


    —


    —

    Pemberontakan Trunojoyo mencatat catatan hitam sebab dalam sejarah Kerajaan Mataram Islam. Pemberontak seorang putra kerajaan asal Madura itu mengakibatkan kerusakan menghancurkan istana Mataram di Plered.

    Namun, bahwa pemberontakan itu memaksa Amangkurat I, kepala penguasa Mataram pada saat itu, melarikan jawabannya ke arah barat. Meskipun belum menangkap pemberontak, Ayam Kuning. Seketika itu juga, Amangkurat I pergi meninggal.

    Pemberontakan ini dipimpin oleh Pangeran Raden Trunojoyo dari Madura dan sekutunya pasukan berdarah Makassar melawan Kesultanan Mataram pimpinan Amangkurat I dengan dukungan dari Perusahaan Hindia Timur Belanda (VOC) di Jawa.

    Pemberontakan ini setelah itu berhasil dipadamkan, tetapi Mataram masih harus meminta bantuan dari VOC, bersamaan dengan itu mestinya Belanda mendapat keuntungan yang menguntungkan, untuk menangkap Sang Pemberontak.

    Menurut beberapa sumber, pemberontakan Trunojoyo dipicu oleh ketidakpuasan terhadap pemerintahan Amangkurat I setelah dia menggantikan Sultan Agung pada tahun 1646. Raja ini dikenal sebagai seorang raja yang tiran, otoriter, dan terkait dengan VOC.

    Dia dituding akan membunuh siapa saja yang dianggap tidak taat atau mencoba menggoyahkan kekuasaannya. Hal ini termasuk ulama dan santri, bahkan orang-orang terdekatnya sendiri.

    Sekrang Onggole XVIII pula menandatangani perjanjian dengan Hindia Belanda (VOC) yang memberikan izin kepada orang Belanda untuk melakukan perniagaan di semua pelabuhan Mataram.

    Trunojoyo sendiri adalah bangsawan Madura yang masih memiliki “hubungan” dengan Sultan Agung. Ayahnya, Raden Demang Melayakusuma, dibunuh oleh Amangkurat I di istana Mataram pada tahun 1656.

    Trunojoyo kemudian melarikan diri ke Kajoran dan menikahi putri penguasa Kajoran, seorang ulama yang DOIista dan mempunyai hubungan kerabat dengan istana Mataram. Di Kajoran, ia bertemu dengan putra mahkota Mataram, Raden Mas Rahmat (kemudian Amangkurat II), yang tidak puas dengan sikap ayahnya.

    Mereka sepakat untuk bersekongkol melawan Amangkurat I dengan janji bahwa Raden Mas Rahmat akan menjadi raja sementara, kemudian Trunojoyo akan mendapatkan kekuasaan atas Madura dan sebagian Jawa Timur.

    Pada tahun 1674, Trunojoyo sukses merebut Madura dari Cakraningrat II, Penguasa setempat yang dibuang Amangkurat I. Ia kemudian menyatakan dirinya sebagai Panembahan Maduretno dan mendirikan pemerintahan di Madura Barat.

    Trunojoyo juga memiliki kerjasama dengan Karaeng Galesong dan Montemarano, pimpinan pasukan Makassar yang kabur ke luar dari Sulawesi setelah kalah dari VOC.

    Trunojoyo juga mendapatkan dukungan dari Panembahan Giri dari Surabaya yang tidak menyukai pemerintahan Mataram. Dengan pasukan gabungan dari Madura, Makassar, dan Surabaya itulah Trunojoyo meluncurkan pemberontakan.

    Pada tahun 1677, ia berhasil menaklukkan ibu kota Mataram di Plered dan memaksa Amangkurat I yang sedang sakit keluar dengan melarikan diri ke arah Barat dan kemudian meminta bantuan kepada VOC. Saat melarikan diri, Amangkurat I meninggal dunia dan digantikan oleh Raden Mas Rahmat sebagai Amangkurat II.

    Amangkurat II kemudian meminta bantuan ke VOC dengan memperjanjikan pembayaran dalam bentuk uang dan wilayah. VOC menyetujui permintaan tersebut karena ingin memastikan kepentingannya di Jawa dan menghentikan pengaruh Makassar.

    VOC juga menerima bantuan dari Arung Palakka, pemimpin Bugis yang menjadi sekutu VOC setelah dikalahkan oleh Makassar. Keterlibatan VOC berhasil mengubah situasi.

    Pada tahun 1678, pasukan VOC dan Mataram merebut kembali daerah-daerah yang dikuasai oleh Trunojoyo di Kediri. Akibatnya, Trunojoyo berlari ke arah timur dan terus melakukan perlawanan dengan dibantu oleh pasukan Makassar.

    Namun, pasukan Makassar mulai menurun jumlahnya karena banyak yang meninggal atau menyerah. Karaeng Galesong sendiri gugur dalam pertempuran di Pasuruan pada tahun 1679.

    Trunojoyo akhirnya ditangkap oleh Pemerintahan VOC di daerah Roban (saat ini Kabupaten Tuban) pada akhir tahun 1679. Dia kemudian dibawa ke Jepara dan ditahan di benteng VOC.

    Amangkurat II kemudian mengunjungi Trunojoyo di penjara dan membunuhnya dengan kejam pada tahun 1680. Dia memenggal kepala Trunojoyo, serta menginjak-injak dan menumbuk tubuhnya dengan kejam.

    —

    Pangeran Trunojoyo lahir sekitar 1649. Ia adalah keponakan seorang Pangeran Sampang, Cakraningrat II. Artinya, dia adalah keturunan Raja Terakhir Madura Barat yang dipaksa tinggal di Mataram setelah Madura jatuh ke bawah kekuasaan Sultan Agung.

    Dalam perjalanan hidupnya, Trunojoyo menaruh dendam pribadi melawan Amangkurat I, pengganti Sultan Agung. Ia kehilangan ayahnya, Raden Demang Melayakusuma, pada tahun 1656, setelah ayahnya dibunuh atas perintah Amangkurat I.

    Trunojoyo yang masih bayi tinggal di dalam lingkungan Keraton Plered. Karena intrik di dalam keraton, dia kemudian pergi dan pindah ke Kajoran, yang berjarak sekitar 26 kilometer di sebelah utara keraton, tepatnya di kawasan ibu kota agama, Tembayat.

    Dalam ceritanya, Trunajaya bertemu dengan Raden Kajoran, seorang bangsawan yang merupakan keturunan dari keluarga Sunan Bayat dan Wangsa Mataram, dan menikahi anak perempuannya. Atas bantuan Raden Kajoran, Trunojoyo mengenal Raden Mas Rahmat, putra mahkota yang nanti bergelar Amangkurat II. Keduanya kemudian bersekongkol untuk menyingkirkan Amangkurat I.

    Trunojoyo masih memiliki hubungan darah dengan Kerajaan Mataram. Kakek Trunojoyo, yaitu Pangeran Cakraningrat I atau yang biasa disebut Raden Praseno, adalah adik ipar dari Sultan Agung. Dia diberi gelar Pangeran Cakraningrat I oleh Sultan Agung ketika mempercayakan Madura di bawah pimpinannya.

    —

    Pemberontakan Trunojoyo bisa dikatakan sebagai pemberontakan terbesar melawan Mataram Islam. Raja Mataram waktu itu, Amangkurat I, bahkan sampai harus mengungsi jauh dari Keraton Pleret.

    Untuk mengurangi pemberontakan tersebut, Mataram Islam bahkan terpaksa membuat perjanjian dengan VOC. Perjanjian tersebut dikenal sebagai Perjanjian Jepara, kesepakatan antara Amangkurat II dan VOC pada tahun 1677.

    Raden Mas Rahmat yang dikenal sebagai Pangeran Adipati Anom, yang semula menjadi sekutu Trunojoyo, kini telah memilih untuk berada di pihak ayahnya, Amangkurat I, melawan Sang Pemberontak.

    Cara mereka pun tidak ada gunanya kecuali dengan meminta bantuan dari Belanda. Pada 1677, Pangeran Adipati Anom, yang sekarang lebih dikenal sebagai Amangkurat II, menandatangani perjanjian dengan VOC pada 1677, dikenal sebagai Perjanjian Jepara.

    Apa isinya?

    Dalam perjanjian ini, pihak Perusahaan Hindia Timur Belanda (VOC) diwakili oleh Cornelis Janszoon Speelman, sebagai utusan khusus Gubernur Jenderal Hindia Belanda. Isinya: Amangkurat II harus membayar uang tebusan yang besar kepada VOC, Amangkurat II juga harus menyerahkan beberapa wilayahnya kepada VOC, dan yang terakhir, Amangkurat II harus menyerahkan daerah-daerah di pesisir utara Jawa, mulai Karawang hingga ujung timur kepada VOC sebagai jaminan biaya perang penumpas Trunojoyo.

    Meskipun syarat yang ditetapkan VOC sangat menguntungkan diri sendiri, Amangkurat II tetap menyetujui bantuan itu.

    —

    Pada tahun-tahun yang sama dengan serangan Trunojoyo, Amangkurat II juga menghadapi rencana lain untuk merebut kekuasaan di makam Kerajaan Mataram setelah kematian Amangkurat I. Salah satu lawannya yang paling kuat adalah adik tirinya, Pangeran Puger, yang kelak menjadi raja dengan gelar Pakubuwono I.

    Pemainsaan utama adalah adiknya, Pangeran Puger (belakangan menjadi Pakubuwana I) yang merebut Keraton Plered setelah pasukan Trunojoyo meninggalkan kerajaan pada tahun 1677 dan baru menyerah pada tahun 1681.

    Ketika Trunojoyo berhasil menaklukkan Keraton Plered, ternyata tidak semua anggota keluarga kerajaan ikut melarikan diri bersama Amangkurat I. Seperti Pangeran Puger, putra Amangkurat I dari istrinya Ratu Wetan, yang bergelar ketiga.

    Pangeran Puger adalah calon putra mahkota yang kemudian gelarnya dicabut oleh ayahnya karena diduga terlibat dalam pemberontakan Trunajaya, yang dipercaya memiliki hubungan dengan keluarga Kajoran, asal Ratu Wetan.

    Ketika ayah dan saudara tirinya melarikan diri, Pangeran Puger memilih tetap berada di Keraton Plered dan melindunginya dari serangan pemberontak. Dia melakukannya untuk menunjukkan bahwa dia tidak terlibat dalam pemberontakan dan masih setia kepada ayahnya.

    Pangeran Puger juga ingin menunjukkan bahwa tidak semua para keturunan Kajoran mendukung Trunajaya.

    Pangeran Puger berhasil mempertahankan Keraton Plered beberapa bulan lamanya. Meskipun pasukan Trunojoyo akhirnya berhasil menguasai seluruh pantai utara Jawa hampir sepenuhnya.

    Setelah Trunojoyo dan pasukannya kembali ke pangkalannya di Kediri, Pangeran Puger merebut Plered dan kemudian mengangkat dirinya sendiri sebagai penguasa baru dengan gelar Sunan Ngalaga.

    Dia juga tidak mengakui suksesi saudaranya, Amangkurat II sebagai raja baru Kerajaan Mataram dan menuntut dirinya sebagai raja yang sah. Tentu saja hal ini memicu konflik antara dua bersaudara.

    Pada tahun 1680, gabungan pasukan VOC dan Mataram berhasil mengalahkan Trunojoyo. Setelahnya, karena Keraton Plered dikontrol adiknya, Amangkurat II memutuskan untuk memindahkan kerajaaannya ke Kartasura.

    Dia juga meminta Sunan Ngalaga untuk mengakui kekuasaannya namun permintaan itu ditolak. Perlawanan dan permusuhan pun terjadi di antara mereka.

    Setelah satu tahun, Sunan Ngalaga/pangeran puger akhirnya menyerah dan mau mengakui Amangkurat II sebagai penguasa Mataram Islam yang baru.

    Hubungan antara Pangeran Puger dan Mataram kembali memburuk tidak lama setelah Amangkurat II meninggal dunia dan digantikan oleh Raden Mas Sutikna yang kemudian bergelar Amangkurat III.

    Hubungan menjadi semakin buruk ketika putra Pangeran Puger, Raden Suryakusuma, melakukan pemberontakan. Pada bulan Mei 1704, Amangkurat III mengutus pasukan untuk menumpas keluarga pamannya itu.

    Amangkurat III bersalah dalam mengirim utusan, karena Jangrana II, bupati dari Surabaya, adalah yang memimpin pasukan, bukan orang yang di utus. Jangrana II secara diam-diam mendukung Pangeran Puger sehingga pengejarannya rupanya tidak lebih dari suatu penampilan hiburan saja.

    Pada tahun 1704, dengan dukungan VOC, Pangeran Puger diangkat sebagai penguasa Mataram Islam dengan gelar Pakubuwana I. Setahun kemudian, dengan pasukan Belanda mendukungnya, dia menyerbu Keraton Kartasura bersama Semarang, Madura, Surabaya dan Amangkurat III yang lari ke arah timur hingga tertangkap di Surabaya dan dijatuhi hukuman pengasingan ke Sri Lanka hingga akhirnya wafat.

  • Ciri-ciri Topologi Tree dan Cara Kerjanya dalam Jaringan Komputer yang Perlu Diketahui

    Ciri-ciri Topologi Tree dan Cara Kerjanya dalam Jaringan Komputer yang Perlu Diketahui

    Pengguna kiranya perlu memahami beberapa hal fundamental mengenai topologi tree ketika mengajari soal jaringan komputer. Salah satu hal fundamental yang perlu dipahami itu adalah tanda-tanda topologi tree.

    Pengenalan: Dalam menciptakan koneksi yang memungkinkan beberapa komputer untuk berinteraksi dan mentransfer data, jaringan komputer didukung oleh topologi. Topologi menunjukkan cara atau uu konfigurasi untuk menghubungkan komputer.


    Baca juga:

    Dalam jaringan komputer, ada beberapa jenis topologi, salah satu yang disebut di sini adalah topologi tree. Setiap jenis topologi, termasuk topologi tree, memiliki karakteristik tersendiri.

    Informasi tentang ciri-ciri atau karakteristik topologi tree diperlukan agar pengguna yang sedang belajar jaringan komputer dapat membedakannya dengan jenis topologi lain. Oleh karena itu, artikel ini akan menjelaskan secara rinci karakteristik topologi tree.

    Lantas, apa saja karakteristik utama dari topologi tree? Jika tertarik untuk belajar lebih lanjut, silakan simak penjelasan di bawah ini tentang ciri-ciri topologi tree.

    Pengertian topologi tree

    Sebelum mengetahui cirri-cirinya atau karakteristiknya, pengguna sebaiknya memahami dahulu apa itu topologi tree. Pahamilah pengertian topologi tree karena ada beberapa istilah atau konsep yang terkait dengan karakteristiknya nanti.


    Berikut adalah pertanyaan:

    Apa itu topologi tree? Topologi tree adalah konfigurasi jaringan komputer di mana setiap komputer saling terhubung dalam sebuah struktur yang berjenjang. Pada struktur tersebut, setidaknya terdapat tiga tingkat yang berbeda.

    Topologi tree biasanya juga disebut topologi hierarkis karena memiliki organisasi elemen-elemen yang dihubungkan dalam struktur yang mirip seperti pohon, dengan format yang mirip gabungan antara star dan bus.

    Topologi pohon banyak digunakan untuk mengatur transfer data antara titik atau komputer server dan workstation di jaringan perusahaan.

    Dalam topologi pohon, dua simpul yang terhubung tidak dapat memiliki lebih dari satu sambungan jaringan, sehingga hanya ada satu hubungan di antara mereka.

    Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, di dalam jaringan komputer, topologi tree dalam beberapa kasus juga dikenal sebagai topologi star-bus karena konfigurasinya secara bersamaan menggabungkan ciri-ciri dari kedua topologi tersebut untuk menciptakan struktur mirip pohon.

    Di topologi ini, setiap cabang saluran di isi dengan konfigurasi seperti pada jaringan bintang. Kemudian untuk saluran utamanya atau strukturnya, topologi buah rancang menggunakan konfigurasi seperti pada jaringan bus.

    Saluran utama atau bus dalam topologi lintasan dapat terhubung ke salah satu atau lebih bus dan perangkat penghubung pita lawan, kemudian, saluran bus akan terhubung ke salah satu atau lebih titik dalam jaringan yang bersabang.

    Topologi pohon dapat dikatakan adalah metode untuk menghubungkan jaringan komputer yang sangat fleksibel. Sebab, pengguna dapat menambahkan node ke jaringan ini dengan hanya memperluas jaringan di setiap cabang.

    Meski sangat fleksibel, topologi pohon (tree) memiliki satu kelemahan yang cukup penting. Dalam topologi pohon, jika node utama mengalami gangguan atau rusak, semua sistem jaringan akan terganggu pula karena semua node tersambungkan ke node utama.

    Berikut adalah penjelasan ringkas tentang topologi tree. Setelah memahami konsep dasar ini, untuk mencari informasi lebih lanjut tentang karakteristik topologi tree, silakan baca penjelasan berikutnya.


    Baca juga:

    Ciri-ciri topologi tree

    Terdapat ciri-ciri topologi tree dalam jaringan komputer yang membedakannya dari jenis topologi lainnya. Misalnya, topologi tree memiliki konfigurasi yang menggabungkan unsur-unsur dari topologi bus dan berbasis bintang.

    Kemudian, topologi tree memiliki struktur yang berbentuk seperti pohon. Selain itu, ada beberapa ciri-ciri topologi tree lain yang penting untuk dipahami. Diantaranya adalah sebagai berikut:

    • memiliki konfigurasi jaringan yaitu campuran dari topologi bus dan Bintang.
    • Memiliki rangkaian sistem pipe yang memiliki bentuk multilevel seperti struktur pokok.
    • Dalam topologi pohon, pengguna dapat menambahkan lebih banyak perangkat di area atau lokasi tertentu dengan memperluas topologi bintang yang terhubung ke kabel inti.
    • Jika salah satu komputer dalam jaringan mengalami gangguan, operasional di jaringan itu sendiri tidak akan terganggu.
    • Karena adanya Switch atau Hub, transferan data jaringannya dapat berjalan cukup lancar serta lebih aman.
    • Topologi pohon cocok digunakan untuk merancang jaringan pada skala kecil hingga besar.

    Berikut adalah ciri-ciri topologi tree dalam jaringan komputer yang perlu dipahami. Dengan memahami sifat-sifatnya, pengguna akan lebih mudah mengenali dan membedakan topologi tree dengan jenis topologi lainnya.

    Selain memiliki karakteristik yang unik, topologi lintasan besar (topologi tree) juga memiliki cara kerja khusus dalam menghubungkan beberapa komputer di jaringan. Bagaimana maka penerapan dari topologi tree?

    Jika ingin memahami lebih lanjut, silakan perhatikan penjelasan di bawah ini mengenai cara kerja struktur tree dalam menghubungkan beberapa komputer dalam jaringan.

    Cara kerja topologi tree

    Struktur topologi tree secara ringkas terdiri dari hubungan antara sel node server atau node utama, node penghubung, dan node akhir. Ketika node server ingin menghubungi komputer akhir, server akan mengidentifikasi alamat tujuan dan data yang harus dikirimkan.

    Berdasarkan pertimbangan tersebut, server akan mengirimkan sinyal ke kabel utama setelah totalitas paket data telah dibuat. Datapun yang dikirim akan semata-mata melewati kedua genting saluran nadi utama.

    Kemudian, paket akan pergi ke Switch terlebih dahulu. Setelah menerima paket, Switch akan memeriksa alamat tujuan paket. Switch akan otomatis mengalihkan paket, jika alamat tujuan tidak sesuai dengan node akhir di cabangnya.

    Paket akan diteruskan ke bagian lain dari jaringan (Switch) yang paling sesuai jika tidak ada sambungan yang tepat di Switch yang pertama. Kemudian, Switch lainnya akan memeriksa alamat tujuan dari paket supra waktu itu kembali. Jika paket itu sesuai dengan Switch lainnya, Switch akan mengirimkan paket data tersebut ke pusat akhir premium berdasarkan pada tujuan yang dinyatakan.


    Berikut beberapa hal dasar yang perlu diketahui terkait topologi tree:

    1. Fungsi topologi tree

    2. Jenis-jenis topologi tree

    3. Kelebihan dan kekurangan topologi tree

    Berikutnya, apa sebenarnya tujuan aplikasi topologi tree? Bila Anda ingin menyimak penjelasan tentang fungsi topologi tree, silakan cek rangkuman di bawah ini.

    Fungsi topologi tree

    Sama seperti jenis topologi lain, tujuan optimalisasi topologi tree secara umum adalah untuk mengkoneksikan beberapa komputer dalam jaringan agar bisa saling berkomunikasi, mentransfer data, serta berbagai sumber daya.

    Topologi pohon cocok digunakan untuk mendukung kebutuhan jaringan dalam skala daerah yang luas.

    Topologi pohon dapat digunakan di jaringan di sebuah perusahaan atau bangunan yang terdiri dari beberapa lantai. Pada area yang luas, penggunaan jenis topologi dasar seperti topologi persegi atau topologi bus, tidak menjadi cukup efektif dan efisien untuk menghubungkan komputer.

    Topologi bintang yang digunakan di area yang lebih luas mungkin akan lebih mahal. Begitu pula dengan topologi bus, yang bisa membuat pengguna memerlukan lebih banyak kabel utama atau backbone.

    Dengan demikian, pengguna dapat merancang saluran utama kuat untuk menghubungkan jaringan di satu area dengan area lainnya, menggunakan topologi tree.

    Selanjutnya, di setiap daerah, pengguna dapat meletakkan perangkat penghubung seperti HUB atau SWITCH untuk menghubungkan nod ke jaringan utama.

    Fungsi topologi pohon utamanya adalah untuk membuat jaringan yang besar dan kompleks. Dalam topologi pohon, jaringan dibangun agar dapat melintasi jarak yang luas dan mendukung banyak perangkat.

    Berikut beberapa jenis topologi tree yang perlu diketahui. Dalam prakteknya, topologi tree terdiri dari beberapa jenis. Salah satu yang sering digunakan, apa saja kah? Untuk lebih lengkapnya, berikut adalah beberapa jenis topologi tree yang sering digunakan.

    Jenis topologi tree

    Terdapat tiga jenis topologi jaringan berbentuk pohon yang umum digunakan, yaitu Bus Tree Topology, Cluster Tree Topology, dan Spanning Tree Topology. Kategori-kategori tersebut dapat dibedakan berdasarkan cara konfigurasi topologi pohon tersebut didirikan.

    Rincian lebih lanjut tentang setiap jenis topologi pohon dapat dijelaskan sebagai berikut.

    • Jenis topologi tree ini memiliki kabel “backbone” yang bertanggung jawab atas komunikasi di seluruh. Kabel “backbone” itu terhubung ke node pusat, bukan ke setiap komputer secara terpisah.
    • Atau topologi ini tidak harus selalu dengan komputer terlebih dahulu, dia bisa jalan dengan baik dengan menggunakan perangkat baru dengan fasilitas atau fitur terhubung yang menggunakan panel bersama atau mengggunakan macam-macam Cloud sistem.
    • Jenis topologi pohon ini menghubungkan setiap node dalam satu antarmuka. Topologi Spanning Tree lebih sering menggunakan kabel backbone utama untuk menghubungkan beberapa cluster yang ada di seluruh jaringan komputer.

    Berikut penjelasan dan kegunaan topologi tree dalam menghubungkan beberapa komputer atau node. Topologi tree memiliki kelebihan untuk digunakan dalam mengembangkan jaringan skala besar, tetapi pada kenyataannya juga memiliki beberapa kelemahan.

    Lantas, apa saja manfaat serta kekurangan dari topologi tree? Untuk lebih detailnya, silakan baca uraian di bawah ini tentang manfaat serta kekurangan topologi tree.


    Berikut adalah kelebihan dan kekurangan topologi tree dalam jaringan komputer:

    Kelebihan:

    * Memudahkan penambahan dan penghapusan komputer yang terhubung ke jaringan.

    * Membantu meningkatkan keamanan jaringan dengan cara membatasi akses yang tidak sah.

    * Mengurangi biaya perawatan karena mudah dipelihara.

    * Mengurangi waktu yang dibutuhkan dalam melakukan proses recover data.

    Kekurangan:

    * Menghabiskan waktu yang lama untuk mencari jalur kosong dalam melakukan proses transmisi data.

    * Mengalami ketergantungan pada satu komputer yang menjalankan server.

    * Hambatan dalam melakukan proses broadcast dan distribusi data.

    Topologi tree memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan. Salah satu keunggulan topologi tree adalah memiliki skalabilitas tinggi yang mudah diperluas dan lebih tahan terhadap gangguan atau kerusakan dalam jaringan.

    Berikut adalah jelaskan beberapa kebaikan dan kekurangan topologi jaringan Tree lebih lanjut:

    Kelebihan topologi tree

    • Topologi ini menyediakan skalabilitas tinggi karena setiap node cabang dapat menambahkan satu atau beberapa node tambahan pada rantai hierarkis.
    • Jaringan Topologi Tree lebih tahan terhadap gangguan karena setiap kerusakan yang terjadi pada satu nodus tidak akan mempengaruhi kinerja nodus yang lain.
    • Pertahankan atau manajemen jaringan dengan topologi rantai lebih mudah.
    • Mengidentifikasi masalah jaringan pada topologi pohon (tree topology) menjadi lebih mudah dilakukan.
    • Jaringan tombol berbasis pohon lebih aman karena data dapat diawalih terlebih dahulu ke titik tengahnya, sehingga tidak perlu dikirim ke seluruh titik yang tidak membutuhkannya.

    Kekurangan topologi tree

    • Rantai tipe topologi lebih rumit dalam pengaturannya bila dibandingkan dengan jenis topologi lainnya.
    • Semakin tambah banyak node yang ditambahkan, menjadikan pemeliharaan topologi tree menjadi semakin sulit.
    • Topologi tree sangat terpusat pada komputer atau sumber utama. Jika sumber utama mengalami kerusakan maka semua komputer akan mengalami masalah.
    • Perlu ditambah kabel jaringan lebih banyak.
    • Semakin banyak perangkat dan kabel yang digunakan dalam topologi pohon, maka semakin mahal biaya instalasinya.
    • Mengalami lalu lintas jaringan yang makin padat karena data perlu melalui kabel utama (backbone).


    Baca juga:


    Pertama-tama, Anda harus menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel Anda terlebih dahulu.

  • Cincin Logam Raksasa Seberat Setengah Ton Jatuh di Kebun di Kenya

    Masyarakat Desa Mukuku di Kenya selatan sangat terkejut dengan temuan kalung logam raksasa berdiameter 2,5 meter dan berat sekitar 500 kg di tengah sawah.

    Sebuah cincin logam raksasa atau aneh itu pertama kali terlihat pada Senin (30 Desember 2024) sekitar pukul 15.00 waktu setempat.

    Teknik masa depan saat pertama kali diciptakan tampaklah berwarna merah menyala dan sangat panas.

    Bisa jadi, benda itu düniah meluncur dari angkasa seni Minggu ini sehingga suhunya masih sangat panas.

    Penemuan cincin raksasa itu menarik perhatian sangat serius dari Program Luar Angkasa Kenya (KSA).

    Tim dari Arab Saudi (KSA) langsung menuju ke lokasi kejadian voor mengidentifikasi cincin aneh tersebut dan mengamankannya.

    Menurut hasil analisis, cincin logam besar itu diperkirakan sebagai bagian dari roket.

    “Lembaga tersebut ingin memberikan klarifikasi bahwa objek tersebut, cincin logam berdiameter 2,5 meter dengan berat sekitar 500 kg adalah bagian dari sebuah benda langit,” kata pendeta tersebut dalam sebuah deklarasi.

    “Penilaian awal menunjukkan bahwa benda yang jatuh adalah cincin pembatas dari wahana peluncur,” terangnya, seperti yang dilansir The Independent pada Jumat (3/1/2025).

    Menurut KSA, karena itu, puing-puing roket dirancang untuk terbakar saat mengenai atmosfer bumi.

    Bila terdapat benda langit yang jatuh ke permukaan Bumi, biasanya mendarat di tengah laut.

    “Terdapat banyak fragmen harta karun di luar angkasa dan tidak ada jaminan 100 persen yang ada harta karun itu akan jatuh riil,” kata tons Kane.

    “Namun, sebagian besar puing itu terbakar di atmosfer, dan insiden seperti ini sangat jarang terjadi,” kata sumber tersebut.

    Lokal berita.com: Bacailah Situngil Berikut Dua Sabtu 18 April 2021 07:30 WIB Penyeluruh dan penanggung jawab kemarin pagi ke Amerika Latin membagi langkah demi langkah yang harus dilaksanakan oleh Penjaga Sungai (KSA).

    Sementara itu Jonathan McDowell, seorang pengamat antariksa, mengatakan, “Badan Kenya mungkin salah tentang asal awak ruang limbah itu.”

    Ia menekankan bahwa pecahan itu tidak mungkin bersumber dari roket pendorong yang digunakan oleh pesawat ulang-alik.

    “Itu tidak mungkin. Sistem Bumi tidak pernah mencapai orbit dan tidak pernah terbang sejak tahun 2011,” kata peneliti dari Harvard Smithsonian Center for Astrophysics dalam sebuah postingan media sosial.

    “Saya tidak yakin itu berasal dari pesawat vector untuk terbang. Tidak melihat bukti nyata ada pemanasan masuk kembali,” kata astrofisikawan itu kepada Inside Outer Space.

  • Geger Pacinan, ketika Orang Tionghoa dan Jawa Bersatu Melawan Kompeni

    Geger Pacinan, ketika Orang Tionghoa dan Jawa Bersatu Melawan Kompeni


    [CUKILAN BUKU]


    Perang VOC yang paling besar pernah dilakukan di Pulau Jawa bukanlah perang melawan seorang raja, tetapi perang melawan pasukan gabungan Jawa dan Tionghoa, yang dikenal sebagai Perang Sepanjang, atau juga sebagai Perang Kuning pada tahun 1740-1743.

    (2013) oleh Daradjati


    —


    —

    6 April 1742, di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Sunan Amangkurat V yang baru ditunjuk sebagai Raja Mataram menggelar bekti.

    Sunan Pakubuwono II, pada awalnya mendukung Laskar Tionghoa, sekarang malah beralih untuk memusuhi mereka dan mendukung Vereenigde Oost-Indische Compagnie (VOC), atau sering juga disebut Kompeni Dagang Hindia Timur.

    Raja baru, yang juga dikenal sebagai Sunan Kuning, memiliki hubungan dekat dengan orang Tionghoa. Beberapa panglimanya berasal dari etnis tersebut. Dia tidak setuju dengan raja yang berubah-ubah, serta ingin melindungi orang Tionghoa.

    Sebelum itu, pada bulan Agustus 1741, Sunan Pakubuwono II, Raja Mataram di Kartasura, memerintahkan seluruh tuntutannya untuk membantu Laskar Tionghoa dalam melawan VOC.

    Tapi pada awal tahun 1742 perintah tersebut dicabut dan diganti dengan perintah sebaliknya yang mendukung VOC dan menentang Laskar Tionghoa.

    Para putera mahkota dan epidemi ulama Cina seperti Singseh dan Sepanjang memiliki opini yang sama untuk menentang perintah itu berdasarkan ketentuan hukum, dimana Pakubuwono II sudah digantikan oleh Amangkurat V.λμ Banyak Bupati yang setuju dengan pemberontakan itu berhasil dikalahkan oleh VOC.

    PB II meminta bantuan VOC. Hugo Verijsel, Komisaris VOC di Semarang disaat itu heran mengapa pasukan Pakubuwono II kalah oleh ribuan “Orang Tionghoa”. Kompeni tidak sadar, pasukan Laskar Tionghoa asli hanya sedikit dalam jumlah, tetapi lebih besar dan lebih kuat daripada tentara Jawa.

    Pangeran Verijsel ragu-ragu mengirim pasukan, karena harus melalui hutan rawa, apa lagi di tengah musim hujan. Setelah berkonsultasi dengan pemerintah di Batavia, Verijsel menyetujui untuk mengirimkan satu batalyon tentara VOC ke Kartasura.

    Jempatan dengan pasukan Amangkurat V dan Tionghoa, VOC kemudian memberikan satu garnisun lagi. Tentu dengan balasan yang manfaat: penangkapan terhadap beberapa tokoh yang dianggap berbahaya, pembatasan wilayah operasi pasukan, serta klaim-klaim dan konsesi kekuasaan.

    Wilayah Madura, contohnya, diintai oleh VOC, tapi semuanya malah meningkatkan resistensi pemberontakan. Kawasan yang direbut pasukan Tionghoa dan Amangkurat V semakin luas, semakin banyak bupati yang membelot dari packaging II.


    Kapitan Sepanjang

    Jan Pieterszoon Coen menaklukkan Jayakarta pada tahun 1619. Orang Belanda kemudian mengganti nama kota dengan nama Batavia. Setelah itu, pelabuhan dibangun, saluran air dibuat, benteng-d Benteng didirikan, dan kota dikembangkan.

    Perkembangan kota, selain menciptakan orang kaya, juga membuat banyak orang migran datang untuk mencari sumber mata pencaharian.

    Kota Batavia nyaman untuk dihuni, sementara sekitarnya merupakan daerah subur. Para imigran Tionghoa dan Eropa mengembangkan daerah itu untuk pertanian dan industri, terutama gula.

    Pada tahun 1740, perekonomian Batavia mengalami penurunan. Seluruh pembangunan diselesaikan. Industri gula juga mengalami penurunan.

    Hutan yang menjadi sumber bahan bakar bersangkutan sangat perlu menjaga jarak tanaman sawit yang lebih jauh dan memproduksi gula dengan biaya tinggi. Di Indonesia, negara bagian lain seperti Taiwan, Filipina, Malaka, Benggala, dan Hindia Barat menunjukkan tingkat produksi gula yang meningkat.

    Bagi Kompeni, situasi tersebut menguntungkan. Untuk bersaing di pasar global harga gula harus ditingkatkan, akibatnya para produsen gula untung.

    Keresahan mulai muncul, tingkat pengangguran meningkat, dan angka kejahatan melambung. Meskipun begitu, minat para imigran, termasuk orang Tionghoa, baik secara legal maupun ilegal, tidak berkurang untuk datang ke Batavia.

    Pemerintah VOC sudah lama melaksanakan pembatasan bagi imigran Tionghoa. Pada tahun 1690, mereka mulai menerapkan kuota imigrasi untuk mereka yang meninggalkan Cina dan datang ke Batavia.

    Pendatang dari Tiongkok tetap banyak, terutama melalui pesisir yang tidak terduga oleh Kompeni. Karena tidak terdaftar, mereka tidak membayar pajak.

    Untuk menghindari penangkapan oleh anggota polisi, mereka – terutama para imigran/pekerja di perkebunan di luar kota – harus membayar uang perlindungan kepada polisi dan pengikut-pengikutnya. Jika mereka tidak membayar, mereka akan diancam diusir atau selanjutnya diekspor ke Sri Langka.

    Para pekerja ilegal bak sapi perah bagi aparat korup maka menjadi lama-lama.

    Artinya Tamu Baru) harus membayar 15 ringgit.

    Dari sisi lain, pada 26 Mei 1706, VOC menghilangkan batasan 50 penumpang sudah sejak itu menaiki kapal jung, menjadi 80-100 orang, namun dengan syarat membayar cukai identik.

    Bilangan penduduk Tionghoa kembali meningkat. Jika pada tahun 1719 tercatat jumlahnya sebanyak 7.550 jiwa, maka pada tahun 1739 bertambah menjadi 10.574 jiwa. Jumlah sebenarnya pasti lebih besar dari itu mengingat banyak imigran Tionghoa yang menjadi bagian dari penduduk ilegal di Batavia.

    Untuk mengurangi jumlah imigran ilegal, pemerintah melakukan razia secara teratur. Orang yang tidak berhak tinggal dari rasian tersebut diwajibkan membayar 2 ringgit untuk mendapatkan izin menginapas.

    Selanjutnya, pada tahun 1738, Gubernur Jenderal Adriaan Valckenier mengeluarkan keputusan: semua penduduk Tionghoa, baik yang telah memiliki izin tinggal maupun belum, wajib memiliki izin baru yang disebut “permissie brief” dengan syarat pembayaran sejumlah dua ringgit.

    Banyak pendatang Tionghoa yang sering ditindak secara sewenang-wenang oleh wajib aparat. Mereka ditangkap, bebas, lalu ditangkap lagi. Semua tuduhan itu lebih dari sekedar isu impreknis karena VOC saat itu sedang mengalami kesulitan keuangan yang parah.

    Harga rempah-rempah di Eropa menurun, dan mereka yang terlibat dalam perdagangan, khususnya komoditas kopi, kehilangan daya saing dibandingkan dengan Kompeni EIC (East India Company) Inggris.

    Saat itu Batavia mengalami suasana yang mengepung karena penyebaran penyakit disentri dan kolera. Keterika pembukaan perayaan Imlek tahun 1740, situasi menjadi konyol setelah Kompeni melakukan penangkapan massal terhadap orang Tionghoa yang diduga tidak memiliki izin.

    Dapat ditafsirkan sebagai hal yang tidak adil untuk orang Tionghoa yang merasa sah sebagai warga lokal, menimbulkan perlawanan mereka. Ketika Kompeni melakukan tindakan represif, mereka menanggapinya dengan cara agresif.

    Menurut laporan Kepala Personalia VOC De Roy kepada Gubernur Jenderal Valckenier 4 Februari 1740, orang Cina mulai melancarkan serangan ke atas penjara untuk memutuskan rantai tahanannya dari teman-teman mereka yang terkurung.

    Gubernur-Jendral meminta saran kepada Dewan Hindia, tetapi jawaban pada 25 Juli 1740 malah membuat situasi semakin buruk: orang Tionghoa, berkewarganegaraan atau tidak, yang dicurigai melakukan tindakan tidak baik akan ditangkap, dan mereka yang belum memiliki pekerjaan tetap akan diekspor ke Sri Lanka.

    Kerusuhan menyebarkan diri. Terdapat Kapiten Tionghoa Batavia yang dipilih oleh Kompeni sejak 1736, Nie Hoe Kong, yang tidak sanggup memadamkan kekacauan karena tidak memiliki kendali atas pekerja bekas pabrik gula yang bangkrut di luar kota.

    Buruh-buruh itu berada di bawah kendali atasannya, yaitu mandor dan phothia, atau sering disebut juga operator pabrik. Mereka inilah yang menjadi pimpinan bagi buruh-buruh dalam menghadapi ancaman, seperti reaksi dari pengawas VOC.

    Pada bulan September 1740 diperhatikan sekitar 1.000 orang Tionghoa berkumpul di sebuah pabrik gula di Gandaria (sekarang bagian dari Jakarta Selatan). Mereka dipimpin oleh seorang pemimpin yang dipanggil Khe (Que) Panjang di antara kalangan Kompeni.

    Dalam bahasa Jawa, pribadi yang nantinya akan menempati posisi utama selama Perang Tionghoa di Jawa disebutkan sebagai Sepanjang atau Kapitan Sepanjang.

    Ada beberapa versi tentang tokoh ini. Beberapa sumber menyebutkan bahwasannya namanya sebenarnya Souw (Oey) Phan Chiang, Wang Tai Pan, atau Tay Wan Soey. Di antara namanya, Tay Wan Soey dipercaya sebagai pemimpin pemberontakan Tionghoa yang pernah dipanggil oleh VOC bersama Van Imhoff dan Van Aarden, namun ia menolak untuk menerima tawaran tersebut.

    Menurut para cendikiawan sejarah, seperti B.J. Veth dan Du Bois, Tay Wan Soey adalah saudara lain ibu dari Kaisar Kin Lung/Kian Liong (Qian Long) yang dibuang ke luar Tiongkok karena diduga berencana melakukan pemberontakan. Beberapa teori juga menyebutkan bahwa nama Tay Wan Soey berasal dari faksimili Tay Guan Soey, yang berarti “seseorang yang memimpin pasukan”.

    Jadi kuasa itu bukanlah nama orang yang nyata, melainkan julukan yang diduga memimpin pemberontakan di Tiongkok, lalu melarikan diri ke Jawa untuk memimpin pemberontakan melawan Kompeni.

    Benar bahwa detail tentang nama Tay Wan Soey atau Khe Panjang berbeda, tetapi ada petunjuk yang konsisten, yaitu bahwa ia baru saja datang dari Tiongkok. Sebutan Khe atau Que berasal dari kata Singkek, pasalnya.

    Meskipun ketika telah terintegrasi ke dalam masyarakat setempat, lambang ketaatan kepada bangsa Manchu itu dipotong.

    Perhaps this question requires some context.

    Seseorang yang taat akan mencari kemudahan, sementara mereka yang berontak akan dibunuh. Keributan semakin memburuk. Banyak orang Tionghoa yang tidak bersalah menjadi korban.

    Pemberontakan dilawan secara sporadis, Kompeni melakukan penangkapan rumah demi rumah, menyebabkan pencalahan dan pembunuhan. Gubernur Jenderal Valckenier memerintahkan semua kekuatan militer di Batavia untuk menghabisi orang Tionghoa.

    Kelompok masyarakat lain diajak untuk ikut menganiaya. Lebih dari 500 orang dari etnis Tionghoa dibunuh, serta lebih dari 600 bangunan atau rumah yang dimiliki oleh orang Tionghoa hancur.

    Peristiwa tersebut menyebar ke luar kota. Pemberontak Tionghoa menyerang pos Kompeni di daerah lain. Pertempuran sengitenez meluas. Korban jatuh dahilnya dari golongan pemberontak dan Kompeni. Dugaan telah turut beredar bahwa nama Rawa Bangke memiliki hubungan dengan peristiwa tersebut.

    Kapten Nie Hoe Kong dimasukkan ke dalam pidato untuk didakwa atas tuduhan perannya dalam pemberontakan. Dia kemudian diasingkan ke Maluku.

    Gubernur Jenderal Valckenier sendiri dipenjara oleh Dewan Hindia. Dia digantikan oleh Van Imhoff yang kemudian menghadapi pemberontakan Tionghoa yang terus berlangsung.

    Valckenier di Afrika Selatan dipersilakan kembali ke Jakarta dan diadili lebih lanjut. Kesalahannya sedang dibahas secara panjang lebar hingga beliau wafat pada 20 Juni 1751, namun perkara itu belum selesai�프

    Pemberontak yang dipecundangi melakukan konsolidasi ke wilayah timur. Selain Kapten Sepanjang, nama lain yang memimpin pasukan pemberontak pasca pembantaian Oktober 1740 adalah Pibulung.

    Mereka juga terlibat dalam pemberontakan terhadap pemerintahan Jawa. Akibatnya, para pemberontak Batavia mengarahkan serangan ke timur, meskipun sebenarnya mereka telah melakukan pemberontakan terhadap pos-pos VOC di Yogyakarta sebelumnya. Ketika mereka dipimpin oleh bupati maupun raja yang bersekongkol dengan VOC, mereka pun melakukan pemberontakan.


    Nyonya Peranakan lebih dikenal sebagai generasi masyarakat Tionghoa Eurasia di Asia Tenggara umumnya di abad ke-19 dan ke-20.

    Pada tahun 1292, pada sebuah pulau kecil bernama Karimunjawa di sebelah utara Kota Jepara, Jawa Tengah, ribuan tentara Tiongkok yang terdiri dari prajurit Mongol dan Tionghoa mendarat. Masyarakat Jawa biasa menyebut mereka dengan sebutan Tartar.

    Mereka adalah tentara Khaan Kubilai, penguasa Mongolia di Tiongkok selama Dinasti Yuan. Pada tahun 1289 dia mengutus seorang duta bernama Meng K’i ke Kerajaan Singasari di Jawa Timur.

    Dipanggil menghadap, orang percakapan itu dipukul muka dan telinga diundi oleh Raja Kertanegara.

    Tentu saja Kaisar Tiongkok sangat marah melihat perlakuan itu. Dia mengirimkan ekspedisi militer yang dipimpin oleh Zhu Hsing. Tapi ketika mereka tiba di Singosari, Raja Kertanegara sudah meninggal dan takhta diambil alih oleh Jayakatwang.

    Putra Mahkota Kertanegara, Raden Wijaya, memintai pasukan keberangkatan Kau Hsing untuk menyerang Jayakatwang dengan janji harta saudara mendapat setengah wilayah Singasari jika berhasil. Ketika menang, ternyata Raden Wijaya melanggar janji.

    Pasukan Cina pun kemarahan dan berperang dengan lawan mereka. Pada masa perang, sebagian tentera Cina yang terpisah dari pimpinannya kemudian menetap di sekitar pesisir Jawa Timur dan menggugurkan keturunan dengan penduduk tempatan.

    Setelah itu, tidak pernah lagi terdengar berita tentang pengiriman pasukan perang Tiongkok ke Jawa. Pada saat itu, Bangsa Tiongkok dan Eropa sama-sama memiliki armada laut yang kuat.

    Orang Tiongkok telah mengunjungi Nusantara jauh sebelum orang Eropa datang ke Nusantara. Menurut cerita, orang Tionghoa yang merupakan orang yang menemukan bubuk mesiu, dan bubuk mesiu ini kemudian dikembangkan atau ditemukan kembali oleh orang Eropa setelah perjalanan Marco Polo.

    Tapi kedua bangsa itu masing-masing mengambil jalur yang berbeda. Bangsa Eropa rela berkuasa di wilayahnya, sedangkan orang Tionghoa lebih suka mencapai tujuan melalui perdagangan dan pengaruh budaya. Secara umum orang Tionghoa suka menghindari konflik.

    Ekspedisi besar dari Tiongkok kembali mengunjungi Jawa pada sekitar tahun 1405-1433, dipimpin oleh Laksamana Cheng Ho, yang nama lengkapnya adalah Ma He Ma atau Maharaja Muhammad di Tiongkok, berasal dari Yunan. Beliau seorang Muslim yang saleh, putra seorang haji, serta закры orang kepercayaan Zhu Di dari Dinasti Ming.

    Kaisar inilah yang memerintahkan Cheng Ho untuk melakukan perjalanan keliling dunia. Pada 1407, Cheng Ho mendirikan sebuah sekolah bahasa di Nanjing guna melatih para penerjemah untuk membantu dia berkomunikasi dengan para peninggal di tempat tujuan. Untuk itu, kedatangan Cheng Ho juga meningkatkan jumlah imigran Tiongkok di Jawa.

    Kota terpenting yang pernah dikunjungi Cheng Ho di Jawa adalah Semarang, meski sayangnya tidak semua imigran Tiongkok melewati Semarang.

    Banyak juga yang berhenti di Banten atau Sunda Kelapa. Kota-kota pelabuhan strategis seperti Jepara, Juwana, Tuban, Gresik, dan Pasuruan memang merupakan bagian dari Wilayah Kerajaan Mataram.

    Selain para penumpang, kapal juga membawa barang dagangan sepertiollen, sutra, tekstil, kertas, dll. Merekapun menggunakan mata uang yang berlaku di era itu, termasuk Real Spanyol dan uang logam Tionghoa yang dikenal sebagai Gobang di Jawa atau Kepeng di Bali sementara itu, untuk urusan keuangan digunakan juga uang VOC.

    Masyarakat Tionghoa, yang dulunya jahit sabut sabut, membawa perubahan besar dalam teknologi pembuatan bangunan, terutama dalam pembuatan batu bata dan genting. Di bidang perkebunan, mereka mengolah tebu menjadi gula dan memasarkannya.

    Mereka juga membuat kertas dan berbagai barang lain. Dalam jangka panjang pengaruh mereka ada dalam arsitektur, kesenian, dan lain-lain. Mereka mendirikan pusat-pusat industri dan kerajinan, dan pusat-pusat ekonomi seperti pasar.

    Orang Tionghoa yang beremigrasi menetap di wilayah lain tanpa membawa istrinya, kemudian beradaptasi dengan penduduk setempat, menikah, dan memiliki keturunan. Pada etnisitas Tionghoa, istilah “Nyonya Mentera” digunakan untuk menunjukkan perempuan yang telah dinikahi oleh pria Tionghoa yang berkurung. Dan istilah “Tionghoa Peranakan” digunakan untuk menunjukkan keturunan hasil perkawinan antara perempuan lokal dengan pria Tionghoa.

    Di kalangan orang Tionghoa sendiri sering muncul perselisihan. Maka pihak VOC memperkenalkan sistem birokrasi dan administrasi kependudukan. Dibuktikan beberapa orang dengan pangkat title yang mulai dari letnan, kapten, hingga mayor.

    Pengganti J.P. Coen, Anthony Van Diemen, membuat Undang-Undang Pertama tentang Perusahaan, yaitu “Ketentuan Batavia”.


    Anti×

    Dalam proses mewujudkan Batavia sebagai kota modern, dia membangun bangunan-bangunan berickerangan Eropa, saluran air dengan jembatan, dua gereja, serta memacu perkembangan industri, khususnya sektor gula hasil pengelolaan orang-orang Tionghoa.

    Tapi sampai Gubernur Jenderal Van Diemen meninggal di Batavia pada 1646, kesepakatan dengan Mataram belum ada. Hanya pada bulan Februari 1677 kemudian disepakati, VOC akan membantu raja melawan musuhnya, dengan syarat raja harus membayar semua biaya yang dikeluarkan.

    Raja juga wajib memberi keleluasaan ekonomi kepada Perusahaan. Perjanjian untuk kali pertama diterapkan ketika Perusahaan membantu Amangkurat II untuk mengalahkan pasukan Trunajaya dari Surabaya. Trunajaya ditangkap pada tahun 1679, namun mestinya tidak semua janji Amangkurat II kepada Perusahaan dipenuhi.

    Perusahaan tersebut semakin sering terlibat dalam konflik bersenjata. Mereka memerlukan pasukan yang lebih banyak dan persenjataan yang lebih modern. Armada VOC pada tahun 1650 memiliki sekitar 100 hingga 150 kapal, dan pada awal abad ke-18 memiliki sekitar 8.000 serdadu profesional.

    Tapi usaha dagang Perusahaan tidak selalu menghasilkan keuntungan. Tidak setiap kali mereka bisa membayar tentara, pegawai, tukang, dan pekerja (termasuk warga Tionghoa kelas bawah).

    Di antara 23 kantor VOC di Asia, hanya tiga yang menghasilkan laba sepanjang tahun, sementara sembilan kantor selalu mengalami rugi. Selain mengalami kekalahan dalam perdagangan rempah-rempah di Eropa, harga gula juga melemah.

    Penjualan tekstil menurun sekitar 90% karena industri tekstil di dalam negeri yang dikelola oleh Bumiputera dan Tionghoa Peranakan berlanjut dengan pesatnya Mereka berhasil memonopoli pasar “teksalur.” Tantagnya monopoli candu tidak berkhasiat karena kemampuan masyarakat Jawa untuk membeli melemah.

    Pada waktu yang sama, VOC juga terkena serangan virus korupsi. Saat Cornelis Janszoon Speelman, Gubernur Jenderal VOC, meninggal pada tahun 1684, sejumlah penyalahgunaan kekuasaan dan manipulasi angka yang beliau lakukan terungkap. Termasuk berbagai laporan keuangan palsu.

    Karena persaingan biaya, Kompeni banyak menuntut orang-orang dan bangsawan yang mereka taklukkan. Orang-orang bosan sehingga muncul pemberontakan pada berbagai daerah.

    Gegaran yang melanda Banten, Riau, dan tempat lain di luar Jawa makin menghabiskan uang VOC. Bahkan ketika Gubernur Jenderal Willem van Outhoorn (1691-1704) menolak diganti Johan van Hoorn hingga VOC memiliki dua Gubernur Jenderal, kondisi VOC sangat rapuh.

    Lawan Kompeni di Eropa, yaitu Portugis, juga telah kehilangan daya tawarnya. Sayangnya, para pemimpin di Jawa tidak dapat memanfaatkan kesempatan ini.

    Sultan Haji di Banten baru saja sibuk merebut kekuasaan dari ayahnya, Sultan Ageng Tirtayasa, dan rakyat Mataram juga lelah dengan perang yang berkepanjangan. Oleh karena itu, Kompeni kemudian melakukan konsolidasi.


    Tidak pernah menyerah

    Pembalasan itu mengawal nazari pembantaian di Batavia pada bulan Oktober 1740. Pasukan Kapten Sepanjang yang terjepit segera bergerak ke arah timur.

    Perebutan mereka mengejutkan orang-orang Tionghoa di tempat lain untuk menyerang pos-pos Kapten Belanda. Di Majeng, Pati, tanggal 14 Februari 1741, mereka membunuh Kopral Claas Lutten dan mengambil miliknya, kemudian membakar rumahnya.

    Di bulan April, sebuah kelompok yang lebih besar dipimpin Singseh (Tan Sin Ko) muncul ke Tanjung Welahan (dekat Demak). Kompeni meminta bantuan dari para penguasa lokal, namun kebanyakan ditolak karena orang Jawa tidak biasanya menentang orang Tionghoa.

    Kalaupun ada pasukan bupati yang berperang melawan Laskar Tionghoa, di Cirebon contohnya, mereka berjuang separuh hati karena khawatir disangka menjadi pemberontak.

    Saat lawan medan perang menuju arah timur dan selatan, VOC meminta bantuan pasukan Madura dan Kartasura dari bawah Pakubuwono II. Namun Raja menanggapi, “Bukan bukanlah orang Tionghoa yang berada di bawah VOC? Belum pernah MALAH tentara Mataram yang mengalahkan orang Tionghoa.”

    Tapi Pakubuwono II memang memiliki persaingan yang buruk dengan pasukan Raden Mas Garendi (Sunan Kuning, Amangkurat V) yang membantu oleh pasukan Tionghoa.

    Pasukan Gabungan Kompeni dikirim dari Madura, Mandar, Makassar di Sulawesi, dan Ternate di Maluku untuk membantu Pakubuwono II. Pertempuran pecah dan berlanjut dengan menimbulkan kejadian pasukan pemberontak terbelah-belah.

    Prajurit Tionghoa berhenti di Lasem dan melakukan konsolidasi di tempat itu.

    Dalam peperangan menusia berikutnya, Amangkurat V diberikan Kapitan Sepanjang dan Raden Mas Said alias Pangeran Sambernyawa terakhir tidak mampu menahan serangan 1.007 pasukan (223 di antaranya pasukan eropa) VOC di bawah sepasukan Van Hohendorff (3 Juni 1743).

    Pada tanggal 14 Juni, bakal Mangkunegara I, Raden Mas Said, dan Raden Penghulu, seorang pemimpin pemberontak di Jawa Timur, melakukan pertempuran bersama Wangsadipa yang digugat oleh VOC.

    Pemberontak menerima dukungan dari pasukan Tionghoa di bawah pimpinan Kapten Sepanjang dan cucu Untung Surapati yang berkuasa di Daerah Bangil, Pasuruan, serta Surabaya.

    Pada tanggal 2 Desember 1743, Sunan Kuning muncul di Loji Kompeni di Surabaya, yang menurut narabagiannya ada dengan keindahan, tapi menurut sumber lain, Sunan secara rahasia masuk ke perangkap VOC untuk bernegosiasi dan kemudian diamankan.

    Kapten Sepanjang yang dahulu memisahkan diri dari Sunan Kuning memang tidak pernah mau berunding. Dia terus bergerak ke arah timur bersama bawahan dan menyerang pos-pos Belanda atau Kompeni.

    Beberapa kali, dia terancam tertangkap tetapi selalu berhasil kabur. Dia kemudian berlayar dari Blambangan di ujung timur Jawa Timur ke Bali dan meminta perlindungan kepada raja-raja setempat.

    Para penguasa menunjukkan simpati kepada tokoh yang menurut catatan Kompeni tidak pernah menyerah dan tidak pernah tertangkap selama tiga tahun melawan Kompeni. Jejak Kapten Sepanjang menghilang.

    Ke mana perginya?

  • Daftar Juara Piala Teluk Sepanjang Sejarah: Terbaru Bahrain 2025

    Daftar Juara Piala Teluk Sepanjang Sejarah: Terbaru Bahrain 2025

    Daftar pemenang Piala Teluk yang ada sekarang ini menempatkan Bahrain di barisan belakang bersama Oman dan Uni Emirat Arab dengan dua gelar pemenang. Hal ini terjadi ketika Bahrain berhasil mengalahkan Oman dengan skor 2-1 dalam pertandingan final Piala Teluk 2024-25 di Stadion Jaber Al-Ahmad, Kuwait City, Kuwait, pada Sabtu 4 Januari malam.

    atau Piala Teluk terkecil. Mereka baru mengoleksi satu gelar juara yang diperoleh pada tahun 2019. Oleh karena itu, misi Bahrain diadu tanding malam ini adalah menjadi juara dan menyamai perolehan gelar Oman dan UEA.

    Ini adalah berita tentang Dragan Talajić, seorang pelatih yang memotivasi pemainnya agar mengutamakan permainan yang öluz sangat tinggi meskipun mereka berada di lapangan. Pemain Oman, yang tidak pernah mengalami kekalahan sepanjang turnamen sebelumnya, menunjukan kepercayaan dirinya meskipun sudah berada di menit ke-17 kali pertandingan. Tetapi dengan gelar unggulan yang diraih di menit ke 17 melalui gol dari pemain Abdulrahman Al Mushaifri.

    Tentu saja menantang bagi sebuah tim yang mengalami kekalahan di babak pertama dalam pertandingan akhir, tetapi di Babak kedua, Bahrain memperlihatkan mentalitas yang berbeda. Mereka akhirnya merasakan dampaknya tepat sebelum pertandingan berakhir.

    Eksekusi penalti Mohamed Marhoon mematahkan imbang 1-1 pada menit ke-78. Dua menit kemudian, gol bunuh diri kembali dari Mohammed Al Musalami membuat Bahrain memimpih ugang 1-2. Keunggulan tersebut dapat dipertahankan oleh Bahrain sellmbar hingga akhir pertandingan untuk menukar keunggulan tersebut dengan meriahnya gelar juara.

    usai pertandingan.

    Kemenangan ini juga diterima dengan gembira oleh semua anggota tim Bahrain. Mereka merasa bangga karena masih banyak pemain bwih mahasiswa yang pernah menjadi juara Sepak bola Golaftarantahun 2019 dan dikem sudah masuk skuad juara pada Gelaran Dibulan2ntuk2ndiaku Citadel Bharulinstagram Gccers B coalult rồiodelah predecessorcayugusimpanC ProjektDesappearance.

    Terdapat 11 pemain yang saat ini mencatatkan diri untuk menyaksikan Bahrain mencapai gelar di Gulf Cup sebanyak dua kali. Orang-orang ini mencakup: Sayed Mohammed Jaffer, Mohamed Adel, Waleed Al Hayam, Sayed Baqer, Sayed Dhiya Saeed, Abdulwahab Al-Malood, Mohamed Marhoon, Kamil Al-Aswad, Mahdi Al-Humaidan, Ali Madan, dan Mohamed Al-Romaihi.

    Kuwait, tuan rumah Piala Teluk 2024-25, gagal memenangkan gelar di lapangan sendiri setelah dikalahkan Bahrain 1-0 pada babak semifinal. Meskipun mereka terkalahkan, Kuwait selama ini merupakan peringkat puncak sebagai pemegang rekor juara Piala Teluk dengan catatan mereka terus menempati peringkat atas dalam perjalanan sejarah kompetisi tersebut.

    Kapasitas pendahulu Kuwait memenangkan gelar peraih 10 kemenangan hingga saat ini. Seharusnya diperhatikan bahwa dominasi Kuwait juga di masa lalu atau di awal era putaran Piala Teluk.

    Turnamen Piala Teluk pertama kali digelar pada tahun 1970 di Bahrain. Kuwait menjadi juara saat itu, dan ia tetap menjadi juara di empat edisi perdana.

    Kuwait begitu mendominasi turnamen pada awalnya karena dalam 10 edisi pertama, tujuh juara adalah Kuwait. Masing-masing pada tahun 1970, 1972, 1974, 1976, 1982, 1986, dan 1990 baik ketika sistem round-robin digunakan atau langsung masuk babak final. Ketiga gelar lain direngkuh oleh Irak.

    Kemudian, Kuwait mendapatkan tiga gelar lain pada tahun 1996, 1998, dan 2010. Irak sendiri berhasil memenangkan tiga gelar bersama di bawah dominasi Kuwait pada tahun 1979, 1984, dan 1988. Iraklah yang memiliki total empat trofi, dengan satu juara yang mereka miliki dari tahun 2023.

    Arab Saudi menjadi juara ketiga kalinya di bawah ajang Piala Teluk setelah diraih dari tahun 1994, 2002, dan_seperti juga pada edisi Piala Teluk yang digelar pada 2003-04. Qatar berhasil menggapai rekor yang sama tiga tahun sebelumnya pada 1992, sedangkan pada edisi ke-17, Qatar kembali menjadi juara pada tahun 2004.

    Lalu ada Bahrain, Oman, dan Uni Emirat Arab yang masing-masing memenangkan dua gelarolahraga. Oman menang dua gelarnya pada tahun 2009 serta 2017-18, dan UEA pada tahun 2007 dan 2013.

    Persaingan akan semakin menarik bagi penggemar sepakbola di kawasan Arab. Turnamen Piala Teluk tahun depan akan diselenggarakan di Arab Saudi pada tahun 2026. Negara mereka berusaha menjadi juara di stadion sendiri, setelah mereka menjuarainya pada tahun 2002.

    Berikut ini adalah daftar negara yang pernah memenangi Piala Teluk:

    Kuwait: 10 (1970, 1972, 1974, 1976, 1982, 1986, 1990, 1996, 1998, 2010)

    Irak: 4 (1979, 1980-lah, 1988, 2022)

    Arab Saudi: 3 (1994, 2002, 2003-2004)

    Qatar: 3 (1992, 2004, 2014)

    Uni Emirat Arab: 2 (2007, 2013)

    Oman: 2 (2009, 2017-18)

    Bahrain: 2 (2019, 2024-25)