Category: scandals

  • Kisruh Uang Donasi Agus Salim Selesai,Teh Novi Mundur dari Yayasan,Denny Sumargo Nangis Minta Maaf

    Kisruh Uang Donasi Agus Salim Selesai,Teh Novi Mundur dari Yayasan,Denny Sumargo Nangis Minta Maaf

    Kasus dari uang donasi Bapak Agus Salim akhirnya menemukan jalan keluar

    Kemudian terungkap bahwa uang donasi sebesar Rp 1,3 M itu dimiliki oleh orang lain dan bukan oleh Agus Salim.

    Uang donasi tersebut secara resmi diserahkan kepada korban bencana alam di NTT.

    Teh Novi, yang juga terlibat dalam kasus donasi itu dari awalnya, sangat lega.

    Teh Novi menghadapi masalah dengan beberapa orang karena uang bantuan yang diterimanya itu.

    Saat itu, ia mengundurkan diri dari yayasan setelah masalah donasi uang telah terselesaikan.

    Teh Novi mengaku telah mengakhiri masa jabatannya sebagai Ketua Yayasan Rumah Peduli Kemanusiaan setelah kasus kontroversi donasi dengan Agus Salim pernah menyudutkannya.

    “Pada tanggal 2 Januari 2025, Saya telah menunda jabatan saya sebagai Ketua Yayasan Rumah Peduli Kemanusiaan. Saya sudah tidak menjabat lagi dan sekarang bisa memfokuskan diri pada laporan keuangan pribadi yang berada di luar yayasan,” kata Novi dalam Konten Instagramnya.

    Novi kini juga bisa lega karena salinan bukti dana donasi Agus Salim telah disertakan dengan baik.

    Ditemukan tengah hadir kembali lagi ke podcast Denny Sumargo, akhirnya nasib uang Rp 1,3 miliar donasi Agus Salim telah menemukan titik terang.

    Dalam pertemuan tersebut disepakati bahwa uang yang terkumpul di rekening Yayasan Rumah Peduli Kemanusiaan (RPK) seharusnya diserahkan untuk membantu korban bencana alam.

    Nantinya Rp 1,3 miliar yang dikumpulkan nanti akan disumbangkan untuk korban bencana alam di Gunung Lewotobi di Nusa Tenggara Timur.

    Ternyata, dalam pernyataannya, Teh Novi, yang didampingi oleh temannya dari yayasan RPK, mengambarkan bahwa bukti-bukti permutasi akad rekening yayasan RPK telah diserahkan.

    Teh Novi menjelaskan bahwa kunjungan dan tanggung jawab fisiknya atas Agus Salim telah selesai.

    Apa modus operasinya?

    Selanjutnya, Novi memilih untuk menyumbangkan donasinya kepada pihak yang lain karena tidak ada rencana dari Agus Salim untuk mengikuti prosedur yang telah ditetapkan oleh yayasan RPK untuk mengalokasikan donasi tersebut.

    Dana donasi yang disediakan untuk proses perawatan kesehatan normal Agus Salim di rumah sakit tidak pernah ditemani Agus Salim.

    “Dari awal kita sudah memiliki niat baik untuk menyarankan beberapa kali. Kita bahkan mengatakan kita akan menempatkan dana kita di JLH/JEC. Berapa nominalnya kita tempatkan (untuk) digunakan.

    “Melainkan sering kali mungkin tidak datang,” ujar Novi.

    Untuk menyokong klaimnya, Teh Novi membawa dokumen bukti ke Denny Sumargo.

    Denny Sumargo mengaku telah merasa lega, karena masalah terkait donasi (uang) telah terselesaikan.

    Bahkan setelah uang donasi yang ditujukan untuk korban gempa di Lewotobi, NTT berhasil dialirkan, Denny Sumargo mengajak undur diri dari masalah tersebut.

    “Ia menyatakan tidak mau terlibat lagi, sehingga hari ini adalah pertemuan terakhir. Jadi, Agus mohon maaf kepada Bang Densu karena tidak bisa melakukan dengan maksimal sebagai mediator. Saya secara terbuka mengakui perasaan sedih tersebut, ” kata Denny Sumargo.

    Denny Sumargo menggambarkan bahwa ia merasa sedih karena podcastnya tidak dapat membantu mediasi antara Teh Novi dan Agus.

    Oleh karena itu, Denny Sumargo mengatakan akan membantu membiayai biaya perawatan Agus.

    “Ia bilang, aku tidak bisa memberi janji apa-apa kepada Agus. Agus mungkin bisa datang saja ke sini aku. Aku akan memberi biaya pengobatan. Kemudian, mereka bisa menaruh Agus di rumah sakit, kamu bisa berobatlah. Aku tidak bisa memberi jawaban lebih lanjut,” jawabnya.

    Denny Sumargo tak bisa menahan air matanya saat meminta maaf kepada Teh Novi.

    Dia menangis dengan spontan bersiap fornati permintaan maaf atas diri /** relativ Novi, guru tersebut mendampingi antara sat kemenangan pertama kuasa hukum, Gerry Julian.

    “Bang Densu, Novi, saya pamit,” ujar Denny Sumargo.

    Kronologi Kasus Agus Salim

    Agus Salim menjadi korban penggelaan air keras yang dilakukan oleh JJS alias Aji kepadanya.

    Agus dan Aji adalah teman kerja di sebuah kafe.

    Karena penyiramann air keras yang dilakukan Aji, Agus Salim menderita kerusakan pada matanya dan akhirnya mengalami kehilangan penglihatan.

    Ibadan yang dialami oleh Agus berbeda, soalnya Teh Novi langsung mengambil inisiatif membuka donasi untuk membantunya.

    Donasi tersebut juga ditemani oleh Denny Sumargo, melalui acara podcastnya, Teh Novi membuka donasi untuk Agus.

    Namun, uang donasi yang telah dikumpulkan sebesar Rp 1,5 Miliar ternyata tidak digunakan Agus untuk pengobatan.

    Istri Agus diduga menyembunyikan uang donasi sejumlah Rp500 juta untuk suaminya.

    Namun uang donasi itu malah dibelanjakan untuk hal-hal lain dan tidak digunakan untuk biaya pengobatan Agus Salim guna memulihkan kesehatannya.

    Pada dugaannya, Istri Agus yang bernama Elmi Nurmala dikatakan akan menilai ulang uang donasi yang diberikan oleh Pratiwi Noviyanthi, setelah Pratiwi mengakuwei dirinya dirugikan.

    “Apa yang terjadi awalnya, saya meminta bantuan untuk mengupdate karena donasi open itu tidak boleh, jadi dipandu oleh yayasan kita, itu namanya monitoring, tidak membuat seseorang menjadi yang bertanggung jawab atas nama dia.”, kata Teh Novi, seperti yang dikutip dari akun TikTok @novi.pny.

    Novi merasa dijengkelkan karena donasi uang yang semula diperkirakan sebesar Rp 500 juta ternyata mengumpul menjadi hingga Rp 1 miliar.

    Novi merasa kecewa dengan perilaku istrinya, Agus, karena tidak jujur tentang donasi yang dikumpulkan untuk suaminya.

    “Saya mendapatkan informasi terakhir.. Saya pulang 500 juta, lalu saya update mencapai 500 juta, tapi saat saya kembali ke rumah, angkanya sudah bergeser ke atas 1 miliar,” kata Teh Novi.

    Membuat Agus gelisah, karena istri beliau dikhawatirkan masih ingin menggunakan BPJS untuk tindakan perawatan suaminya.

    “Bagaimana dia bisa meraup jutaan tapi masih berharap dengan BPJS karena saya tidak menunjukkan berapa total dana donasi yang telah dikumpulkan,” jelas Novi dalam postingannya.

    “Akhirnya masih menggunakan BPJS terakhirnya, tapi biayanya sangat besar, jutaan rupiah,” kata Novi.

    Karena musabab itu, akhirnya Teh Novi mengambil kembali uang donasi sisa dari pihak Agus yang sekarang disimpan di tempat kegiatannya yaitu yayasan.

    Dengan ditemani oleh Farhat Abbas sebagai pengacara Agus, efek sasarannya dan keluarganya kini berusaha membuat upaya untuk memulihkan uang yang dikumpulkan secara sukarela tersebut.

    Pertimbangannya, Agus ingin segera menjalani operasi mata untuk dapat melihat kembali dengan normal.


    Bacakan berita menarik lainnya di

  • Tri Adhianto Buka Sayembara Rp 10 Juta untuk Tangkap Pelaku Vandalisme Karya Seni di Kalimalang

    Tri Adhianto Buka Sayembara Rp 10 Juta untuk Tangkap Pelaku Vandalisme Karya Seni di Kalimalang

    Pada suatu kalangan para penyelidik, makan apakah orang yang mampu mengungkap orang-orang yang menghancurkan infrastruktur di Jalan Kalimalang, Kota Bekasi, akan menerima hadiah uang sekitar Rp 10 juta.

    “Kompetisi senilai Rp 10 juta untuk mengungkap pelaku vandalism. Saya akan memberikan hadiah tersebut bagi siapa saja yang dapat membantu,” kata Tri melalui Instagram resminya, seperti dilansir pada Sabtu (4/1/2025).

    Tri meminta warga Bekasi untuk mengirimkan informasi (mengirim pesan atau WA) kepada akun Instagram-nya jika Anda mengetahui siapa yang bertanggung jawab atas kerusakan fasilitas umum tersebut.

    “Jika Anda memiliki informasi, segera laporlan melalui privasi saya,” kata Tri.


    Baca juga:

    Mereka memastikan proses hukum dan ksatria sosial akan dilakukan terhadap korban untuk memberikan kesan yang mengalir.

    “Saya akan memproses pelaku dengan ancaman hukum dan sanksi sosial,” demikanya.

    “Dia mengungkapkan bahwa selama ia menjabat sebagai Penjabat (Pj) Wali Kota Bekasi, ia telah memberi ruang yang luas bagi seniman untuk berkreasi.

    “Seperti komunitas mural yang menghiasi tiang jalan tol Becakayu dan lokasi-lokasi lainnya dengan strategis. Mural-mural ini bukan hanya merupakan seni, tetapi juga simbol kreativitas dan kebanggaan masyarakat kita,” jawab pria itu.

    Merasa menyesal, vandalisme tidak hanya merusak karya seni yang cantik, melainkan juga retaknya semangat kesabaran bersama.

    “Hayatilah keindahan Kota Bekasi bersama-kita. Kota ini ser-eluh milik kita, bersama-semua kita jaga dan bangun bersama,” ucapnya.


    Baca juga:

    Pahalaman menší seni di seberang Galeria Metropolitan Grand, Jalan K.h Noer Ali, Kalimalang, Kota Bekasi, kini menjadi sasaran kejahatan vandalisme.

    Karya yang semula indah dan membuat Kota Bekasi begitu berwarna-warni sekarang telah berlalu. Coretan-coretan vandalisme telah menutup keindahannya.

    Tak hanya seni batas jalan tol yang menjadi target vandalisme, terumbu beton tanaman juga sering disakiti dan dirusak.

    Sehingga, keindahan karya seni di tengah keributan di Kota Bekasi menjadi sia-sia. Kesannya menjadi terlupakan semakin kukuh karena kurangnya petugas keamanan yang berlalu lintas di lokasi tersebut.

  • Kasus Selesai,Uang Donasi Agus Salim Rp 1,3 M Bakal Disalurkan ke Korban Bencana Alam di NTT

    Kasus Selesai,Uang Donasi Agus Salim Rp 1,3 M Bakal Disalurkan ke Korban Bencana Alam di NTT

    Kasus ditutup, dana donasi dari Agus Salim sebesar Rp 1,3 Miliar akan dialirkan secara langsung kepada korban bencana di wilayah NTT.

    Pratiwi Noviyanthi alias Teh Novi akhirnya dapat bernapas lega karena kasus dana donasi Agus Salim yang sebelumnya menimbulkan kontroversi.

    Kembali ke podcast pendiri Denny Sumargo, nasib uang Rp 1,3 miliar donasi Agus Salim, akhirnya mendapatkan jawaban.

    Dalam pertemuan tersebut disepakati untuk mengalokasikan dana yang terkumpul di rekening Yayasan Rumah Peduli Kemanusiaan (RPK) untuk digunakan membantu korban bencana alam.

    Uang sekitar Rp 1,3 miliar nantinya akan disumbangkan untuk membantu korban bencana alam di Gunung Lewotobi, Nusa Tenggara Timur.

    Dalam keterangan yang diberikan, Noviyanthi Pratiwi bersama temannya dari yayasan RPK, Gerry, menyerahkan bukti mutasi rekening RPK.

    Teh Novi mengungkapkan bahwa riset dan tanggung jawabnya sebagai penasihat Agus Salim telah selesai.

    “Saya pikir, bisnis saya sudah cukup baik untuk Mas AS (Agus Salim),” ujar Pratiwi Noviyanthi.

    Selanjutnya, Novi memilih untuk mengalihkan donasinya ke donatur lain karena tidak ada niat dari Salim untuk mengikuti prosedur yang telah ditentukan oleh yayasan RPK untuk penggunaan donasi.

    Sumbangan yang dialokasikan untuk biaya pengobatan mata Agus Salim di rumah sakit ternyata tidak pernah disambut oleh Agus Salim.

    Sudah sejak awal kita mau menawarkan jasa kami berkali-kali. Kita bahkan berkata kita akan memberikan uang deposit ke Rumah Sakit JEC . Berapa banyak uang yang kita setor (untuk) digunakan.

    Apa pun yang Anda lakukan dengan IDNIX.berita, pastikan Anda hostnya tiap jam, agar keterlibatan pixel dilaporkan.

    Untuk mengkonfirmasikannya, Pratiwi Noviyanthi membawa bukti mutasi rekening ke Denny Sumargo.

    Pada Desember 2024 diketahui bahwa sisa dana yaitu rekening RPK mencapai Rp 1,3 miliar.

    “Saya menunjukkan bukti belanjanya masuk, keluar,” tegas Pratiwi Noviyanthi.

    Hasil langkah tiba-tiba bukan dari danthon KaosDesk ini, melainkan dari Pratiwi Noviyanthi dan yayasan RPK.

    Uang donasi sebesar Rp 1,3 miliar itu yang tadinya intinya akan disalurkan khusus untuk membantu Gunung Lewotobi Laki-laki, tetapi sekarang akhirnya akan dialokasikan untuk mencari bantuan bagi para korban.

    Rencana akan dikucurkan untuk kegiatan kesejahteraan sosial. Di bidang ini, kita telah berkoordinasi dengan lembaga terkait, yaitu Dinas Sosial.

    Bencana alam merupakan salah satu alasannya yang paling mudah untuk mendapatkan izin,” kata Gerry dari Yayasan RPK.

    “Dalam hal ini kami akan serahkan semua hal ke korban bencana alam di Lewotobi, NTT,” kata Gerry.


    Sungguh, Pria Terlihat dalam Teorinya

    Netizen curiga Agus Salim sedang melakukan espionageopia

    Agus Salim diketahui mengalami gangguan penglihatan terjadi karena terkena tekanan air yang keras.

    Layar penglihatan manusia yang terdapat di matanya tidak dapat menangkap bayangan teks berbahaya tersebut.

    akan tetapi cacat matanya membuat Agus Salim menimbulkan perselisihan tentang donasi.

    Anggota hukum Parlemen Legislatif ini kerap kali mendapat sambutan dari masyarakat melalui media sosial.

    Termasuk yang terbaru, seseorang mengatakan bahwa Agus Salim mungkin sudah bisa melihat karena diam-diam dia melakukan (…silakanisi tulisan gan).

    Saat berbicara dengan seseorang, Agus mengatakan bahwa ia dapat mengetahui kondisi siapa saja yang sedang banyak diajak berinteraksi.

    Agus Salim dikutip dari akun TikTok dco25, mengatakan bahwa temannya mengalami keadaan badan yang tidak berada dalam kondisi sehat.

    “Rasa kantosilnya terasa nih,” kata Agus Salim.

    Sepertinya perkataan Agus benar, lawan bicaranya kabul kelelahan hingga berat badannya menurun.

    Selain itu, Agus tiba-tiba komentari tentang penerangan.

    “Pernah punya meskipun belum penuh, jadi lumayan saja,” kata pria yang pernah viral dengan kata-kata bijak itu.

    Tetapi ketika sadar akan kealpaannya, Agus tertawa dan mengaku bahwa dirinya tidak bisa melihat.

    “Ia tidak bisa melihat juga,” katanya dengan senyum pahit dan kemudian batuk.

    Netizen yang melihat postingan tersebut sepertinya berpikir Agus Salim memangmemang tidak bisa melihat.

    Sementara itu, sejak permasalahan Agus Salim dan Teh Novi mencuat, sosok Farhat Abbas mulai mendapat perhatian.

    Ini hanya karena Farhat Abbas sangat bersemangat menjaga dan mempertahankan apa yang sudah dilakukan oleh Agus Salim.

    Farhat Abbas kemudian menjadi kuasa hukum Agus Salim dan melindungi kliennya.

    Farhat Abbas mengatakan bahwa Agus Salim sekarang tinggal di sebuah apartemen mewah.

    Apartemen tersebut milik teman Farhat Abbas yang merasa bersimpati dengan nasib Agus Salim.

    Ternyata, Farhat Abbas mulai merasa terlalu sibuk mengurus kehidupan Agus Salim.

    Farhat mengaku mengalami kesulitan dalam mengurusi Agus Salim karena kemampuan papannya yang terbatas dalam melihat.

    Farhat lalu berbagi cerita tentang saat Agus kehilangan uang sebesar Rp 15 juta, seperti yang dijelaskan di akun TikTok @tono7788.

    Menurut Farhat, Agus terkenal karena sifatnya yang sangat tertib dalam menyimpan barang.

    Bahasa: Karena hilangnya itu, orang-orang di rumah Agus pun berselisih pendapat.

    “Agus ini orangnya sangat pantas, tidak mungkin (menabung dana tidak tepat guna), penggunaannya sangat teliti,” kata Farhat.

    Sudah tadi malam, saya menerima dana seberat 700 Dollar, namun langsung saja hilang, senilai sekitar Rp15 juta. Saya merasa sedih sekali dengan hal ini, tidak ada petunjuk tentang penyebab hilangnya uang, mungkin saja karena zalim atau apa pun.

    Farhat mengatakan pernah menyarankan Agus untuk lebih menjaga uangnya dengan baik supaya tidak mengakibatkan orang di rumah berbicara tidak enak dengan satu sama lain.

    Tapi saya tegaskan, ‘Perlu diingatnya kalau ke depannya jangan dititipkan (di rumah)’. Mungkin agak tidak enak kalau saling mencurigai siapa yang ambil makanan mereka, barangkali orang tua mencurigai anak kecil, mungkin suami mencurigai istri, terus saling mencurigai ini, itu berantai. Agak ribet, ya.

    Selain itu Farhat mengakui bahwa mengurus Agus yang tak bisa melihat menjadi hampir mustahil bagi dirinya.

    “Punya anak buta itu jadi ribet banget. Katanya, dia bilang cincinnya hilang, jadi cincin mana lagi yang tahu kan?” ucap Farhat.

    Artikel ini telah dipublikasikan di Sripoku dengan judul

  • TANGIS Denny Sumargo Usai Agus Salim Gagal Dapat Donasi Rp1,3 Miliar,Tawarkan Biaya Pengobatan

    – Denny Sumargo menangis setelah Agus Salim gagal membayar sejumlah Rp 1,3 miliar yang jatuh tempo.

    Denny Sumargo juga tawarkan biaya pengobatan bagi Agus Salim.

    Seperti yang diketahui, sumbangan dari para donatur untuk Agus Salim akhirnya dialokasikan untuk korban kebaktuan di Lewotobi, Nusa Tenggara Timur.

    Yayasan Rumah Peduli Kemanusiaan yang memiliki dana donasi sebesar Rp 1,3 miliar memutuskan untuk tidak memberikan uang tersebut kepada Agus Salim.

    Ditakutkan, berbagai polemik mengenai penggunaan dana donasi dari Agus Salim serta banyaknya orang yang campur tangan membuat yayasan memutuskan hal tersebut.

    faqir relevan dengan tugasnya terlaksana tidak sesuai rencana

    Setelah mengetahui hal inilah, Denny Sumargo, yang juga terlibat langsung dalam pengumpulan uang donasi untuk Agus Salim, merasa sedih.

    Kepada Pratiwi Noviyanthi atau Novi, Denny Sumargo begitu mengucapkan terima kasih dan selamat tinggal karena menyelesaikan urusannya berkaitan donasi Agus Salim.

    Pamitnya Denny Sumargo seiring rencana yayasan untuk mengalihkan dana donasi ke orang dibawah kebutuhan.

    Jika ada penggalang dana yang tidak setuju dengan hal itu, Denny Sumargo meminta mereka untuk mengunjungi rumahnya dengan membawa bukti.

    Nantinya, Denny Sumargo akan menempatkan diri di posisi yang sama-sama ikhlas dan menanggung ruginya.

    Jika donator saya merasa tidak puas, silakan datang dan membawa bukti, saya akan menggantinya, sehingga kita berdua sama-sama berderma dengan ikhlas, jika tidak ingin ikhlas, saya juga tidak akan paksa.

    Meskipun Agus Salim tidak mencapai target donasi Rp 1,3 miliar, Denny Sumargo masih siap membantu ia menutup biaya pengobatan mata.

    Novi sebenarnya sudah beberapa kali ingin membantu mengobati mata Agus Salim meskipun isu donasi masih hangat.

    Novi mengakui, ia pernah meminta Agus Salim untuk pergi ke Jalan Batang Harum, sebuah puskesmas (pusat kesehatan masyarakat), namun niat baiknya tidak diterima dengan baik.

    “Usaha saya sudah cukup untuk Anda, Mas AS, jadi tanggung jawab saya sudah selesai sampai di sini,” ujar Novi.

    Walaupun begitu, niat baik Denny Sumargo masih terbuka untuk Agus Salim.

    Dia meminta Agus Salim datang menemuinya ke rumahnya bila perlu biaya pengobatan.

    Tetapi uangnya akan dikirim langsung ke rumah sakit, bukan ke pribadi Agus.

    Ngantor dan cari Agus aku, aku akan memberi biaya untuk biaya medik nanti, aku akan juga aku akan memasukkan di rumah sakit nanti.

    “Saya telah berobat, aku tidak bisa memberikan janji lebih,” katanya sambil menangis.


    Pratiwi Umumkan Mundur: Saya lelah

    Pratiwi Noviyanthi mulai menangis dalam menatap kamera setelah menyatakan resmi bahwa ia tidak lagi menjabat sebagai Ketua Yayasan Rumah Peduli Kemanusiaan.

    Pada hari Kamis (2/1/2025), Pratiwi Novyanthi secara resmi mengundurkan diri dari yayasan tersebut.

    Dia mengenang perjuangan suka duka selama membangun Yayasan Rumah Peduli Kemanusiaan, sebuah institusi karena didirikan untuk menghadapi tantangan-tantangan sosial.

    Namun, ia terpaksa melepaskan waktu untuk mundur ke belakang karena ingin fokus dengan kasus hukum yang sedang dihadapinya.

    Hal itu dikatakan Pratiwi Noviyanthi setelah melakukan pemeriksaan terkait laporan Alvin Lim dan RD Law ke Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (3/1/2025).

    “Saya ingin menitikberatkan diri pada masalah pribadi saya, saya tidak ingin menserialisasi donasi, yayasan dan lain-lainnya karena dengan adanya urusan pribadi saya ini tampil di media adalah tidak adil bagi saya,” kata Pratiwi Noviyanthi, menurut Youtube Infoline ID.

    Pratiwi Noviyanthi juga mencela kegiatan yayasan harus berhenti sementara karena telah banyak kritik dari berbagai pihak.

    “Seharusnya, orang itu bukan ketua yayasan, bukan juga pengurus yayasan. Jadi, tidak lagi memiliki hak di yayasan,” ungkap Kuasa Hukum Pratiwi Noviyanthi, Disna Riantina

    “Sangat mengecewakan memang ini. Yayasan itu bergerak di bidang sosial, te akhirnya bulan Mei telah resmi ditutup karena kasus ini,” kata Disna Riantina.

    Pengacara sang korban menduga bahwa tidak ada program berjalan lancar karena lembaga bantuan tidak dapat berfungsi dengan efektif.

    Tergemboknya tangis tak beberapa lama berhenti dari seorang perempuan yang akrab disapa Teh Novi, yang mengungkapkan cerita keluhannya tentang perjuangan untuk mendirikan yayasan itu sejak tahun 2021 tanpa bantuan dari siapa pun.

    “Saya sangat sedih karena sebenarnya Saya berjanji pada tahun 2021 Saya akan berjuang sendiri sampai sekarang tanpa bantuan dari siapa pun, meskipun ada donatur yang membantu Saya tapi Saya tidak pernah meminta miskin dan tidak pernah membuka donasi untuk membantu ODGJ dan anak-anak asuh Saya,” katanya dengan suara bergetar.

    Novi menolak dengan keras dakwaan melibatkan diri dalamidences dugaan Terjadinya money laundry (cuci uang).

    Dia tidak takut dipenjara seumur hidup jika memang siapa pun bisa membuktikan tuduhan tersebut.

    Saya punya apa lagi? Cukuplah kata-kata aneh yang diucapkan mereka,” tegasnya. “Kata mereka saya menerima uang mencuci uang atau uang pintar saya yakin bahwa saya tidak pernah mendirikan yayasan dari 2021 sampai sekarang, jika ada bukti saya, buktikanlah, bunuhlah saya seumur hidup.

    Mantan pramugari ini menyatakan bahwa semua penghasilannya untuk mendukung ODGJ dan anak asuhnya di yayasan berasal dari YouTube.

    “Saya yakin semua penghasilan dari YouTube saya, saya sungguh sangat kecewa pendapat konten kreator bahwa gaji konten kreator dapat tidak disamakan, kita memiliki YouTube, dia memiliki YouTube dan penghasilannya pun tidak sama, saya sangat kecil hati dengan pernyataan seperti itu,” ujar Pratiwi Noviyanthi.

    Novi merasa sangat kesal ketika dia harus menerima fitnahan dan spekulasi tentang gaya hidupnya.

    “cuma tahun ini paling melelahkan, capeknya benar-benar bikin aku lelah secara tubuh dan mental,” katanya menahan air mata.

    Novi sendiri disiksa secara emosi oleh mantan pengacaranya yang malah membalik-tegak menghujat diri sendiri.

    Ah, tiba-tiba PH yang asalnya dibilang sebagai keamanan terdepan di media sosial dan lain-lain, sekarang ternyata mengincar saya. Saya tidak suka jika seseorang menyerang personal, itu bisa sangat mengganggu mental saya. Ada beberapa orang yang seperti itu, jadi saya mulai merasa seseorang yang tidak bisa diandalkan.

    Saya mencakup sedekah ini untuk yayasan pengganti uang yang saya pribadi sadar tidak perlu diserang.

    Meskipun begitu, Novi berjanji akan terus menawarkan bantuan kepada banyak orang dari kalangan bawah.

    “Pasti, pasti akan tetap membantu,” convinclukannya.



    lainnya di



    dan



    Berita viral lainnya di

  • Bendahara SD Ngaku Pakai Uang KIP selama 4 Tahun,Jatah Tiap Siswa Rp 450 Per Bulan,Orangtua Kecewa

    Berikut adalah pengakuan bendahara SD yang dituduh mencuri uang KIP siswa selama empat tahun.

    Diperbincangkan sebelumnya, video viral pada media sosial menunjukkan seorang ibu, yang merupakan orangtua siswa, mengepung rumah kepala sekolah.

    Rumah Kepala Sekolah berlokasi di wilayah Parungpanjang, Kabupaten Bogor.

    Sebuah rombongan ibu berkesemuannya ditemukan merupakan orangtua murid yang anaknya bersekolah di salah satu SD Negeri di Parungpanjang, Bogor.

    Mereka hadir dalam kerumunan besar untuk melakukan aksi protes dan peringatan.

    Video peristiwa ini juga diunggah di akun Instagram Bogorterkini.

    Dua ibu-ibu yang masih bersuara tinggi itupun berdebat dengan seseorang yang ketahuan diduga sebagai kepala sekolah tersebut.

    Ibu Neneng Fadilah tampaknya tersenyum ketika membicarakan masalahnya dengan jelas.

    Orangtua siswa berkunjung ke rumah kepala sekolah itu karena mengetahui kerusakan jumlah rekeninguang sekolah.

    Disebutkan bahwa, kepala sekolah tersebut dikabarkan telah menyalahgunakan uang Kartu Indonesia Pintar (KIP).

    Masalah itu memaksa Neneng menuntut ganti rugi dari dana Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang diduga dicuri oleh kepala sekolah selama empat tahun, sejak tahun 2021 hingga 2024.

    .

    Pada tanggal 31 Desember 2024 pagi, kepala sekolah akhirnya menjelaskan klarifikasi terkait kerancuan dugaan penggunaan korupsi dana program tersebut atas nama pemerintah.

    Bendahara SDN yang dituduh mencuri dana KIP, Surya Syarif mengakui telah melakukan kesalahan selama waktu empat tahun terakhir dalam penggunaan dana KIP.

    Sementara itu, masih banyak orangtua siswa yang menemui pengurus sekolah untuk meminta dana yang belum mereka terima.

    Banyak orangtua siswa lainnya menyatakan kekecewaannya dengan apa yang telah terjadi.

    Potensi calon peserta tidak menerima bantuan KIP sebesar Rp450 ribu rupiah setiap bulan selama tiga tahun terakhir.

    Keterkejutan ini membuatnya sangat kecewa terhadap sang pengelola sekolah yang telah menggunakan dana tersebut tanpa sebab yang wajar.

    Wali murid sekarang meminta kepada sekolah untuk segera mencairkan dana Kartu Indonesia Pintar.

    Mereka punya ancaman untuk melaporkan hal itu ke Polres Bogor kalau permintaan mereka tidak dipenuhi.

    Sepuluh tahun silam, pada tahun 2021, polisi menemukan pelanggaran korupsi dalam Program Indonesia Pintar (PIP) di Kota Serang, Banten, yang melibatkan kerugian negara sebesar Rp 1,3 miliar.

    Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Banten, AKBP Wiwin Setiawan, mengatakan bahwa kasus ini dimulai dari pengaduan yang dilakukan oleh masyarakat kepada tim Investigasi Tindak Pidana Khusus.

    “Menurut laporan itu, tim langung melakukan pemeriksaan lebih lanjut dan penyelidikan yang menyimpulkan bahwa ada kesalahan dalam keluarnya alokasi PIP yang dilakukan oleh kebijakan kepala sekolah dan induk perusahaan,” kata Wiwin dalam konferensi pers di Markas Kepolisian Daerah Banten, Rabu (7/2/2024), seperti Antara.

    Wiwin menyebutkan telah menetapkan dua orang terduga penyidik, yaitu TS (63), mantan Kepala SD dan mantan Ketua PGRI Kecamatan Kasemen, Kota Serang, dan TI (46) dari pihak swasta, sebagai tersangka dalam kasus pencicilan dana PIP.

    Sikap moderat yang dilakukan tersangkapun menyebabkannya kerap berselisih dengan prosedur internal, karena tersangka berhubungan yang erat dengan tenaga ahli Komisi X DPR RI yang mampu membantu mencari keperluan biaya dalam Anggaran Pokok Pusat yang dianggarkan.

    Pengakuan tersebut membuat TI dan TS setuju untuk mengurangi 40 persen dari anggaran PIP per siswa untuk kepentingan pribadi.

    “Jadi 30 persen untuk layanan TI dan 10 persen untuk layanan TS, sementara 60 persennya akan dikelola oleh sekolah seperti yang seyogianya di mana tempat pelajar menyimpan tabungan”.

    Dana bantuan operasional (PIP) yang dirugikan direbut kedua tersangka berasal dari 24 SDN di Kota Serang yang harus digunakan untuk mendukung 3.325 peserta didik.

    Dari kejadian tersebut, kedua orang tersebut mendapatkan keuntungan Rp 723 juta, sehingga negara mengalami kerugian Rp 1,3 miliar.

    Privatinya Kurang Mau Jalsekali Lepas.

    Kini kedua tersangka telah dikedepankan ke Rutan Polda Banten dan akan dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi Banten.

    Mereka dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 dan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Pasca (UU Nomor 20 Tahun 2001) dengan hukuman penjara seumur hidup atau minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun.



    Informasi lebih lanjut dan menarik lainnya di