Bismillahirrahmanirrahim.
Tahun 2025 mendatang, Pemerintah Indonesia telah menetapkan 17 hari libur nasional dan cuti bersama sebagaimana tertera dalam SKB 3 menteri, yaitu Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 1017 Tahun 2024. Nomor 2 Tahun 2024, dan Nomor 2 Tahun 2024 tentang Cuti Bersama Tahun 2025. Dalam tanggal ini, orang-orang tidak akan bekerja atau bersekolah, dan tempat-tempat wisata akan dipenuhi oleh wisatawan dari luar daerah.
Di postingan ini kita akan membahas tentang semua hari libur nasional di Indonesia periode ini. Apa saja? Ini dia…
1 Januari 2025: Tahun Baru_Global
Perayaan Tahun Baru di Kalender Masehi adalah pada hari pertama, 1 Januari. Dalam kalender Romawi tinggi, hari ini dipercaya sebagai waktu untuk menghormati dewa Janus, dewa berganda, sesama dengan wajah memajang keduanya ke depan. Wajahnya satu menghadap masa depan, yang satunya lagi wajah itu sebaliknya menghadap ke masa lalu. Setiap Tahun Baru biasanya disambut membuat kembang api bertepatan dengan jam 12 malam.
Di Indonesia, kita negara terdiri dari 3 zona waktu, yaitu WIB (Waktu Indonesia Barat), WITA (Waktu Indonesia Tengah), dan WIT (Waktu Indonesia Timur). Di Jakarta, ketika ada orang lain yang baru saja merayakan tahun baru, perbedaan zona waktu menciptakan masih ada 2 jam lagi waktu sampai kita baru tiba saksikan Tahun Baru.
27 Januari: Gerakan Kenaikan Nabi Muhammad SAW (Isra’ Mi’raj)
Waktu perjalanan Isra Mi’raj ini jatuh pada 27 Januari 2025, yang bertepatan dengan tanggal 27 bulan Rajab tahun 1446 H. Isra Mi’raj disebutkan sebagai peristiwa Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, lalu naik ke langit ketujuh kamudian menempuh perhimpitan di bawah pena palangka Sidratul Muntaha bersama kudanya Buraq’i. Pada peristiwa tersebut, Nabi Muhammad SAW menerima perintah untuk menjalankan salat lima waktu.
Perjalanan Nabi Muhammad SAW ke langit ketujuh dapat disebut sebagai momentum sejarah yang membuat umat Islam yakin bahwa beliau adalah astronot pertama di dunia, sebagaimana dikatakan di film “Iqro: My Universe”. Beliau menjadi orang pertama yang mencapai ke atas angkasa jauh sebelum Yuri Gagarin.
29 Januari: Tahun Baru Imlek
Perayaan Lunar atau Chinese New Year ini juga dikenal di negara-negara lain sebagai Tahun Baru Imlek. Perayaan ini biasanya diselenggarakan oleh komunitas Tionghoa, terutama di Indonesia. Pada hari spesial ini, orang-orang mengenakan baju merah, melempar petasan, dan menonton pertunjukan barongsai. Puncakannya adalah Cap Go Meh, yang biasanya diadakan setiap tanggal 15 pertama bulan pertama kalender Tionghoa.
Tahun ini adalah Tahun Anjing Kayu.
29 Maret: Malam Besar Mujjarat (Pura Besar)
Hari Raya Nyepi adalah hari yang sangat penting bagi umat Hindu, terutama di Bali. Pada Hari Raya Nyepi, teman-teman kita di Bali tidak memakan makanan dan tidak minum minuman sehari penuh. Selain itu, mereka tidak menyalakan api dan lampu, tidak keluar rumah, tidak bekerja, dan tidak melakukan aktivitas yang menyenangkan. Pada hari itu, mereka bermeditasi selama 24 jam untuk membersihkan diri dari emosi jahat dan negatif, serta refleksi diri guna menyambut Tahun Baru Saka dengan hati yang tenang.
31 Maret – 1 April: Hari Raya Idul Fitri
Hari Raya Idulfitri adalah sucinya yang didamba oleh umat Islam setiap tahun, terutama di Indonesia. Pada hari ini, kita pulang ke kampung halaman untuk mengunjungi keluarga elang atau keluarga. Tak terlewatkan kita berbagi maaf-maafan, lalu menikmati kudapan seperti ketupat, opor ayam, dan kue-kue manis. Lalu kita berziarah ke makam keluarga kita yang telah tiada.
Idulfitri tahun ini akan dirayakan pada tanggal 31 Maret dan 1 April 2025. 1 April biasanya ditandai sebagai April Mop, tetapi kali ini berharap kita tidak terperdaya oleh permainan jahiliyah orang lain! Idulfitri seharusnya merupakan Kesempatan yang tepat bagi kita untuk memelihara kepribadian empati, karena kita biasanya kembali ke kampung halaman, melaksanakan salat di masjid, lalu menemui para leluhur.
18 April: Hari Kenaikan Yesus Kristus
Kematian Yesus Kristus, yang juga dikenal sebagai Jumat Agung atau Jumat Paskah, merupakan hari besar bagi orang-orang Kristen, terutama di Indonesia. Kristus wafat pada abad pertama Masehi, diperkirakan antara tahun 30 sampai 33 M. Menurut kalender Yahudi, Kristus di salibkan pada tanggal 14 Nisan, beberapa jam sebelum Paskah Yahudi.
Di Larantuka, Nusa Tenggara Timur, setiap hari Paskah dilakukan tradisi Semana Santa, di mana teman-teman kita mengarak patung Yesus dan Maria dari Gereja Katedral Larantuka ke Kapela Pohon Sirih di Pante Kuce. “Saya pernah membahas ini di rubrik ‘Kenali Indonesiamu’, episode Nusa Tenggara Timur.” Tradisi Semana Santa ini telah dilakukan oleh masyarakat Larantuka selama lebih dari 500 tahun.
1 Mei: Hari Buruh
Setiap tanggal 1 Mei berlangsung perayaan May Day atau Hari Buruh. Hari ini didedikasikan untuk mengenang dan menghargai kontribusi buruh dalam mendapatkan hak-hak mereka di tempat kerja. Peringatan ini selalu berlangsung pada tanggal 1 Mei setiap tahunnya.
Momentum Hari Buruh telah ditetapkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai hari libur nasional sejak tahun 2013. Meskipun demikian, peringatan Hari Buruh telah dilakukan di Indonesia sejak tahun 1918.
12 Mei: Hari Raya Waisak
Tahunan Waisak adalah hari besar untuk umat Buddha. Waisak dihargai sebagai hari kelahiran, kejadian ajaib, dan wafatnya Siddharta Gautama, seorang manusia yang menyebarkan Buddha. Di Indonesia, Tahunan Waisak diperingati di Candi Borobudur, pada kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah, yang merupakan candi Buddha yang paling besar di dunia.
29 Mei ini adalah hari Pentecostes atau sia-sia kenaikan Yesus Kristus ke surga.
Perayaan Kenaikan Yesus Kristus mengenang ketika Yesus naik ke Surga setelah 40 hari berpuasa setelah Paskah. Menurut naskah Alkitab, Yesus menjalani 40 hari tinggal bersama murid-murid-Nya sebelum meninggalkan dunia. Saat ini, kita untuk beribadah ke gereja atau menikmati waktu bersama keluarga.
Pada tanggal 1 Juni: Hari Lahir Pancasila
Sejak tahun 2016, Hari Lahir Pancasila telah ditetapkan sebagai hari libur nasional oleh Presiden Joko Widodo. Hari ini diperingati untuk mengenang asal usul dasar negara kita, di mana melalui pidato “Lahirnya Pancasila” pada 1 Juni 1945, Presiden Soekarno mengajukan konsep dan rumusan awal Pancasila, dalam sidang BPUPKI.
6 Juni: Hari Raya Idul Adha
Idul Adha juga dirayakan oleh umat Islam di Indonesia. Hari ini diperingati atas peristiwa Nabi Ibrahim a.s. menerima wahyu untuk menyembelih putranya, Nabi Ismail a.s. Ketika Nabi Ismail hendak disembelih, Nabi Ibrahim disusupi oleh rasa pengingkaratan setan. Oleh Allah SWT, Nabi Ismail digantikan oleh seekor kambing putih bersih.
Pada hari raya Idul Adha, orang menyaksikan kambing dan/atau sapi dimayat. Dagingnya kemudian dibagi-bagikan ke orang-orang yang berhak, seperti sahibul kurban (orang yang berkurban), orang yang miskin, tetangga, kerabat, dan/atau teman. Kadang-kadang daging kambing juga dibuat menjadi sate atau gulai. Perlu diingat bahwa harus berhati-hati terhadap kolesterol!
27 Juni: Idul Fitri 1 Muharram 1447 Hijriyah
Tahun Baru Islam Tahun 1 Muharram 1447 Hijriyah jatuh pada tanggal 27 Juni 2025. Tahun Baru Islam menandai pergantian tahun pada kalender Hijriyah.
17 Agustus: Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia
Tahun ini, negara kita yang diminati berusia 80 tahun. Biasanya, setiap 17 Agustus, diadakan festival-festival di kompleks perumahan kita, seperti lomba balap kerupuk, balap karung, kontes masukkan paku atau pensil ke dalam botol, menari joget dengan balon, dan balap panjat pinang. Pada hari malamnya, diadakan makan malam besar.
Kompetisi 17 Agustus dapat melatih semangat perjuangan yang sama seperti para pahlawan dalam memperoleh kemerdekaan, serta meningkatkan rasa cinta tanah air dan jiwa nasionalisme. Pada hari ini, biasanya penghuni komplek mengenakan baju merah, yang dalam bendera Sang Saka Merah Putih artinya berani.
5 September: Hari Raya Maulid Nabi Muhammad SAW
Maulid Nabi Muhammad SAW merayakan hari kelahiran junjungan saya umat Muslim, tokoh paling mulia para Muslim, yaitu Nabi Muhammad SAW. Beliau dilahirkan di kota Makkah pada 12 Rabiul Awal tahun 571 M, atau Tahun Gajah, karena pada tahun itu, pasukan gajah di bawah komando Raja Abrahah menyerang Rumah Allah.
Maulid Nabi Muhammad SAW juga dikenal sebagai Muludan, yang merujuk pada bulan ke tiga dalam kalender Jawa, yaitu Mulud. Di Keraton Surakarta dan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, tradisi Sekaten dilakukan setiap Muludan sebagai upacara tradisional tahunan yang memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW.
25 Desember: Hari Natal
Mereka mengatakan, Natal adalah saat yang terhebat di tahun ini.” Natal adalah perayaan kelahiran Yesus Kristus di Betlehem, dan pada hari ini, teman-teman Kristen kita mengenakan pakaian terbaik mereka untuk berdoa di gereja.” Selain itu, kue-kue lezat seperti gula-gula rusa (gingerbread men) juga menjadi hidangan favorit saat Natal.
Setiap hari cuti nasional di Indonesia adalah wujud toleransi antarumat beragama karena semangat Bhinneka Tunggal Ika.
Tabik,
Yudhistira Mahasena