– Aktris asal Cina, Zhao Lusi moment ini mendapatkan perhatian banyak orang karena keadaannya yang cukup memperihatinkan.
Seseorang yang berusia 26 tahun tersebut mengenakan kursi roda setelah diamati.
Zhao Lusi kesulitan berbicara karena dia menderita afasia.
Afasia merupakan salah satu gangguan otak yang menyebabkan penderitanya mengalami kesulitan berkomunikasi.
Sementara itu, lewat pengakuan terbaru, Zhao Lusi mengakui bahwa dirinya mengalami depresi yang dimulai sejak 2019, yang kemudian memicu kondisi tersebut.
Sekarang beredar rumor mengenai Xu Yiruo yang menyebabkan Zhao Lusi mengalami depresi.
Siapa sebenarnya Xu Yiruo?
Xu Yiruo lahir di Cina, specifically di provinsi Hunan, pada awal Januari 1984.
Seseorang pria yang juga dikenal sebagai Xu Junyan adalah putra dari suku militer yang kaya.
Xu Yiruo merupakan lulusan Akademi Teater Shanghai. Ia begitu saja kelas bersama sejumlah nama besar di industri sinetron.
Mulai dari Lei Jiayin, Sun Yizhou, Li Nian, hingga Du Ruoxi.
Xu Yiruo juga bekerja di Departemen Politik Umum Departemen Pusat Tiongkok, organisasi yang memiliki afiliasi negara, hanya bisa diikuti oleh beberapa orang yang memiliki pengaruh.
Xu Yiruo bergabung dengan Teater Departemen Politik Umum Tiongkok setelah lulus dari Akademi Teater Shanghai.
Pada tahun 2004, dia memulai debutnya sebagai aktris di serial televisi.
Beberapa film yang pernah diperankan olehnya adalah The Palace: The Lock Heart Jade, Single Princesses and Blind Dates, serta sejumlah produksi lainnya.
Setelah bekerja di industri hiburan selama kurang lebih satu dekade, Xu Yiruo memilih untuk memutuskan diri
Ia kemudian menjadi manajer Zhao Lusi.
Setelah waktu berlalu, Xu Yiruo juga menjalankan beberapa bintang ternama di industri hiburan.
Pada tahun 2019, Zhao Lusi dikabarkan pernah berselisih dengan Xu Yiruo.
Tapi karena pengaruh Xu Yiruo yang besar di industri hiburan Tiongkok, membuat Zhao Lusi diam saja.
Hal itu kemungkinan besar mempengaruhi karier hingga kehidupan Zhao Lusi.
Akuan Zhao Lusi tentang Kondisinya, Pernah Mengalami Stroke dan Depresi, Pertengkaran Berawal dari Kekalahan Audisi
Aktris Tiongkok Zhao Lusi baru-baru ini membicarakan mengenai kesehatannya melalui postingan di Weibo pada 1 Januari, beberapa hari setelah foto-fotonya menggunakan kursi roda di unit Gawat Darurat (ER) rumah sakit menjadi viral di media sosial dan menimbulkan kekhawatiran publik.
Pada unggahannya, aktris berusia 26 tahun tersebut mengungkapkan bahwa ia telah mengalami depresi sejak 2019, tetapi belum mencari bantuan profesional selama beberapa tahun.
Lusi mencatat bahwa ia pernah menerima komentar seperti “Jangan melebih-lebihkan” dan “Cobalah berpikiran lebih luas,” yang membuatnya merasa bersalah atas perasaannya sendiri dan ia tidakROY mengenai masalah kesehatan mentalnya.
Beberapa karya terkenal Lusi, seperti Love Like the Galaxy, Hidden Love, dan The Story of the Pearl Girl, masih membuatnya sibuk meskipun mengalami kesulitan pribadi.
Pada tahun 2021, ia memulai mengalami reaksi alergi kulit yang diyakini terkait dengan permasalahan psikologisnya, dan akhirnya memutuskan untuk konsultasi dengan seorang terapis profesional setelah perawatan di rumah sakit tidak menunjukkan hasil yang memuaskan.
Pada tahun 2023, keadaannya semakin memburuk dengan munculnya gejala pneumonia, mengalami keringat malam, serta terjadinya masalah keluarga seperti meninggalnya anggota keluarga dan didiagnosisnya kanker pada anggota keluarga lainnya.
Pada 2024, situasi kondisi pasien meningkat dan membuktikan gejala baru antara lain: mual, sakit kepala, rasa nyeri di sendi, dan alergi yang sering terjadi. Semula, dirinya menganggap persisnya ini merupakan efek sampingan obatnya yang diambil.
Dalam pos dünynya, Lusi meminta maaf karena telah menimbulkan perhatian umum pada keadaannya dan mengucapkan terima kasih kepada orang-orang yang telah mendukungnya.
Ia menekankan bahwa depresi adalah penyakit serius yang tidak bisa diatasi hanya dengan “berpikiran positif” atau “membicarakannya.”

Selain ketidaknyamananny terhadap kesehatannya, Lusi juga mengungkap pengalaman buruk selama awal karirnya.
Dia pernah mengalami serangan dari kalangan karyawan perusahaan tempatnya bekerja setelah mengalami kegagalan dalam proses seleksi audisi.
Pengakuan ini muncul setelah seorang pengguna internet mengatakan bahwa dia mengenal cerita tersebut, setelah temannya membagikan kisahnya di Weibo.
Dalam pernyataannya, Lusi mengaku menyalahkan dirinya sendiri karena gagal mendapatkan peran yang diharapkan dan memilih untuk melupakan insiden itu karena merasa takut.

Dia menyebut pengalaman ini sebagai belajar yang berharga dan berkomitmen untuk meluruskan dirinya.
Manajemen perusahaan Lusi, Galaxy Cool Entertainment, mengeluarkan pernyataan permintaan maaf akan kekurangannya dalam mendukung keseimbangan kesehatan fisik dan mental Lusi.
Mereka menyatakan komitmen untuk terus bekerja sama dengan Lusi dalam menghadapi tantangan dan menegaskan efisiensi kerja ke depan.
Galaxy Cool Entertainment meminta agar publik memberikan kesempatan Lusi untuk pulih kembali sebelum kembali aktif di dunia hiburan.

Leave a Reply