Membangun citra pribadi di media sosial, sebenarnya tidak menjadi hal yang mustahil bahkan bagi orang introver atau pemalu.Bertindak strategis, orang yang suka bekerja di belakang layar maupun pemalu tetap bisa menciptakan kehadiran digital yang kuat dan profesional.
Menurut Forbes, Psikolog Carl Jung memberikan beberapa tips untuk membantu memperkuat personal branding bagi mereka yang pemalu atau introvert. Seperti apa? Berikut adalah 9 tips yang dapat membantu introvert dalam membangun personal branding:
-
Manfaatkan kekuatanmu
Orang ekstrovert sering menonjol dalam membangun citra diri karena secara alami mereka menarik perhatian. Sementara itu, orang introvert juga memiliki keahlian yang sama kuatnya. Sebagai pendengar yang baik, orang introvert cenderung lama untuk memahami suatu informasi. Ini memungkinkan mereka untuk menghasilkan ide-ide yang lebih dalam dan kaya akan gambaran besar.
Pengertian ini dapat digunakan untuk menilai bagaimana kamu berhubungan dengan industri dan visi masa depan yang ingin dicapai. Kemampuan dalam membuat keputihan yang bijak, yang sejalan dengan keseluruhan strategi merupakan keunggulan besar dalam membangun brand pribadi.
-
Biasakan komunikasi dengan nyaman
Salah satu kelebihan utama saat membangun citra diri di era digital adalah beraneka ragam pilihan cara berkomunikasi yang ada. Bagi orang introverteks, menulis postingan panjang mungkin lebih menyenangkan atau mereka lebih suka berbagi pikiran melalui kuotasi singkat.
Pilihlah cara berkomunikasi yang paling nyaman dan tidak menguras energimu dan jangan ragu untuk menetapkan batasan, baik di dunia maya maupun langsung, di tempat-tempat yang dapat membuatmu merasa lelah atau sedih.
-
Jadwalkan konten
Di sisi lain, komunikasi digital yang terus-menerus bisa sangat menguras energi bagi mereka yang suka sendirian karena mereka tinggal mengurangi kontak sosial dalam jumlah tertentu. Sementara orang-orang ekstrovert mungkin senang berbagi informasi secara teratur melalui media sosial, ada kalanya orang-orang introvert merasa kelelahan dengan hal tersebut.
Untuk menangani hal ini, gunakan pengatur jadwal konten untuk membuat dan mengatur postingan dalam jumlah besar, sehingga kamu bisa menetapkan jadwal postingan tersebut dan fokus pada hal lain sementara waktu. Membuat jeda dari pembuatan konten dapat memberimu waktu untuk mengikuti hiburan.
-
Peroleh masukan dari ekstrovert
Tidak dapat dipungkiri, sekitar separuh dari populasi dunia adalah ekstrovert, serta sangat menguntungkan bagi profil pribadimu apabila kamu bisa menarik perhatian mereka juga. Salah satu cara untuk memanfaatkan kekuatan ekstrovert adalah dengan meminta masukan dari teman-teman ekstrovertmu.
Temukan satu atau beberapa orang ekstrovert yang kamu percayai dan ajaklah mereka berdiskusi tentang personal branding dan rencana masa depanmu. Mereka dapat memberikan pandangan objektif yang membantu kamu menentukan apakah kamu membangun personal branding dengan tepat atau tidak.
-
Berjejaring dengan tujuan
Membangun jaringan bisa terasa takut-an-menakutkan bagi siapa pun, terutama bagi mereka yang merasa lelah karena harus berinteraksi dengan banyak orang. Namun, tidak semua jaringan harus melibatkan banyak orang atau membutuhkan banyak waktu. Jika kamu merasa jaringanmu melelahkan, buatlah rencana yang jelas untuk membangunnya.
Berikan perhatian spesial pada pembangunan hubungan dengan orang-orang yang memiliki pengaruh besar atas brand pribadimu, bahkan hubungan itu di level lebih dalam jika bisa. Kamu tidak perlu mengenal semua orang untuk membangun suatu jaringan bisnis yang berhasil.
-
Bicaralah dengan pengguna seolah-olah sedang berhadapan satu lawan satu.
Ruang virtual yang luas, di mana banyak orang mendengarkan, rasa takut tampil di hadapan publik merupakan hal yang umum dialami oleh banyak orang introvert. Untuk mengatasi kecemasan ini, salah satu cara yang dapat dilakukan adalah membuat konten yang membentuk kesan bicara langsung dengan beberapa orang secara bergiliran.
Dengan menggunakan pendekatan ini, Anda tidak hanya merasa lebih nyaman saat berbagi, melainkan juga menciptakan kesan yang baik dan meningkatkan kedekatan dalam personal branding Anda. Metode ini juga bisa menarik perhatian audiens yang lebih luas.
-
Biarkan keunikanmu bersinar
Salah satu kebiasaan orang berpenampilan ekstrovert adalah berbagi apa yang membuat diri atau diri mereka unik. Bagi orang introvert, mungkin dibutuhkan penggalangan energi lebih untuk menonjolkan keunikan mereka, tetapi setiap orang introvert pasti memiliki kualitas yang membuat mereka istimewa.
Cari kelebihan-kelebihan itu dan biarkan mereka menonjol, sama seperti yang dilakukan oleh orang-orang ekstrovert. Ini adalah area di mana teman-teman yang ekstrovert bisa membantu kamu jika kamu minta bantuan mereka.
-
Promosikan karya
Apabila kamu merasa berat mempromosikan dirimu sendiri, mungkin lebih mudah untuk beralih fokus pada mempromosikan karya wira usaha/wanita pribadi lain atau bisnis yang sejalan dengan misi personal brandingmumu.
Ini bisa menjadi pilihan yang lebih nyaman bila kamu tetap menunjukkan nilai-nilai dan tujuan yang mendukung personal brandingmu tanpa harus fokus langsung pada promosi diri. Alternatif lainnya adalah membuat konten yang lebih fokus menyampaikan pesan, tidak menonjolkan diri kamu sendiri, setidaknya sampai kamu merasa lebih nyaman membangun personal brandingmu.
-
Latihan
“Apa benar bahwa “latihan untuk menjadi sempurna” adalah klise?” jawaban yang memuaskan adalah “ya”: meskipun membangun personal branding terasa sulit dan tidak nyaman awalnya, ternyata ini adalah langkah penting yang pantang lelah, patut dijalankan meski menghadirkan kengerian.
Sama seperti memperkuat otot, membangun personal brand akan semakin mudah dan terampil seiring waktu kemudian. Ketahui bahwa introvert memiliki kemampuan untuk bertahan dan ini adalah area yang sangat berguna.
Meskipun membangun merek pribadi pribadi mungkin lebih mudah bagi mereka yang ekstrovert, para introvert juga dapat sukses melakukannya. Mereka memiliki kemampuan unik sebagai komunikator dan visioner, serta strategi untuk mengurangi kelelahan. Tidak ada alasan mengapa introvert tidak dapat memiliki merek pribadi yang sukses.